NASA telah membuka lebih dari 800 gigabita data ilmiah dari misi Artemis II untuk komunitas ilmiah dan publik. Data tersebut dikumpulkan astronaut selama perjalanan mengitari Bulan pada 1-10 April 2026.
Mengutip laman resmi NASA, Kamis, 8 Oktober 2026, rilis ini mencakup lebih dari 11 ribu gambar dan video beresolusi penuh. Data itu direkam menggunakan kamera genggam kru Artemis II dan kamera wahana Orion.
Adapun, NASA juga merilis 8,5 jam rekaman audio berisi pengamatan ilmiah astronaut terhadap permukaan Bulan. Selain itu, tersedia gambar yang telah diberi catatan langsung oleh para astronaut selama pengamatan.
Salah satu catatan menunjukkan lima kilatan cahaya sangat redup yang terlihat dari wahana Orion. Saat mengamati fenomena tersebut, Orion berada sekitar 74 ribu kilometer dari Bulan.
Kilatan itu diduga berasal dari pecahan batuan yang menghantam permukaan Bulan. Uniknya, data ini menjadi kumpulan ilmiah planet pertama dalam lebih dari setengah abad yang sebagian besar dikumpulkan manusia.
Astronaut Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen mendapat pelatihan khusus sebelum menjalankan misi Artemis II. Pelatihan itu mencakup pengenalan geografi dan geologi Bulan serta teknik menentukan target pengamatan.
Selama misi, kru memilih objek, merekam gambar, dan mencatat perubahan warna serta kondisi permukaan Bulan. Pengamatan itu melengkapi data yang sebelumnya dikumpulkan melalui misi Apollo dan wahana robotik.
NASA menilai kombinasi gambar, rekaman suara, dan catatan astronaut dapat membantu ilmuwan memperdalam pemahaman mengenai Bulan. Data tersebut kini tersedia melalui Planetary Data System, arsip publik NASA untuk misi-misi planet.
Bersamaan dengan rilis data, NASA juga menerbitkan laporan awal, laporan operasi sains Bulan, dan panduan penggunaan data Artemis II. Informasi ini akan digunakan untuk mendukung perencanaan misi Artemis III dan eksplorasi Bulan jangka panjang.

