Deliserdang,- Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali menggerebek lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang.
Lokasi tersebut diketahui telah beberapa kali digerebek polisi. Namun, berdasarkan hasil pemantauan setelah penggerebekan sebelumnya, petugas kembali menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di tempat tersebut.
Menariknya, lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba itu dilengkapi sistem pengamanan untuk mendeteksi kedatangan petugas. Sejumlah kamera pengawas atau CCTV dipasang di sepanjang akses menuju lokasi, bahkan di atas pohon.
Selain CCTV, para pelaku juga menggunakan handy talky (HT) untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi apabila ada petugas yang mendekati lokasi.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Jumat (17/08/2026) mengatakan keberadaan CCTV membuat pergerakan petugas dapat diketahui dari sejumlah titik.
“CCTV dipasang di atas pohon, dan letaknya mulai dari akses masuk hingga area dalam barak narkoba, sehingga seluruh pergerakan petugas termonitor,” ungkap Rafli.
Saat petugas melakukan penggerebekan, sejumlah orang yang berada di lokasi langsung melarikan diri setelah mengetahui kedatangan polisi. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga berperan sebagai bandar sekaligus pengedar narkoba.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya dua paket narkoba, puluhan alat hisap, ratusan plastik klip, serta dua mesin judi dingdong.
Seluruh pelaku yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga langsung meratakan atau menghancurkan barak yang diduga digunakan sebagai lokasi aktivitas narkoba tersebut.
Rafli menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap lokasi tersebut untuk mencegah kembali munculnya aktivitas peredaran narkoba.
“Kami juga hancurkan barak narkoba yang ada dan akan kami awasi kembali tempat ini. Jika kembali ditemukan, kami pastikan penggerebekan serupa akan kami lakukan, karena tidak akan ada ruang sekecil apa pun bagi pelaku narkoba,” tegasnya.
Menurut Rafli, penggunaan teknologi seperti CCTV dan HT tidak akan membuat polisi menghentikan upaya pemberantasan narkoba.
“Meskipun mereka kini menggunakan teknologi CCTV dan HT, kami pastikan kami akan selangkah lebih maju dari mereka,” pungkasnya.

