By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Kisah Chaidir Saleh, Beri “Sentuhan” Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Kisah Chaidir Saleh, Beri “Sentuhan” Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial

berita
berita Published July 21, 2026
Share
SHARE

Merintis sebagai petani melon sejak tujuh tahun lalu, kini ia membagikan ilmunya dan mengajak anak muda bertani

Sore itu, sinar matahari menyinari kebun Melon Golden Alisha milik Chaidir Saleh (62). Dua orang perempuan tampak sibuk menggeburkan tanah di polybag. Mereka tengah menyiapkan media tanam pascabanjir bandang November 2025.

“Mereka sedang fermentasi tanah dengan sekam bakar dan pupuk kandang. Cukup digemburkan bagian atas polybag saja,” terang Chaidir saat memberikan arahan terhadap sejumlah anak muda di kebunnya.

Kebun Chaidir berada di dekat Stasiun Pengumpul Minyak (SP-7), Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Ratusan batang Melon Golden Alisha tumbuh di atas lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi).

Ia memanfaatkan lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi) secara optimal dengan sistem polybag ukuran 50×60 sentimeter, jarak tanam rapat dan jalur antar baris selebar 1,5 meter. Beberapa ruas batang melon pun dipangkas agar nutrisi yang diserap tanaman fokus pada pembesaran buah.

“Tujuan memangkas daun dan ruang batang agar dapat melihat buah dengan lebih baik, tahu jumlah dan bentuknya,” katanya.

Chaidir menanam varietas unggulan yakni Melon Golden Alisha F1. Varietas ini tahan penyakit dan bernilai jual tinggi. Dari hasil panen, ia mampu memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anaknya hingga lulus perguruan tinggi.

Perjalanan Chaidir di awal merintis menanam melon tidak mudah. Penuh jatuh bangun. Bahkan, ia pernah empat kali gagal. Tapi, ia tak menyerah. Ia terus belajar kendati secara otodidak.

Tahun 2020, ia kembali menanam melon dengan pengetahuan baru. Namun, saat panen perdana buah melonnya hambar. Ia kemudian menjual ke agen di bawah harga pasar.

Kendati belum berhasil, Chaidir sudah merasa senang. Sebab, ia berhasil panen. Ia terus mencari tahu rahasia manis melon. Hasil observasinya masa panen harus cukup umur. Jika biasa melon panen usia 55 hari ia mencoba menundanya hingga 60-70 hari. Kunci lainnya perawatan dan pemupukan sejak fase vegetatif hingga panen.

Setelah berhasil menemukan formulasi rasa manis melon, produksi melon Chaidir menanjak. Permintaan melon terus meningkat terutama lewat media sosial. Tidak hanya itu, permintaan dari mall dan swalayan juga tidak mampu ia penuhi.

Akan tetapi, Desember 2024, Chaidir terserang stroke ringan dan harus menggunakan kursi roda. Aktivitas pertaniannya sempat terhenti. Pertamina EP Field Rantau berinisiatif meneruskan usahanya lewat Program Smart Agriculture Melonesia.

Kini, ia diminta menjadi mentor Kelompok Tani Melon Mutiara dan Sekolah Lapang Pertamina EP Field Rantau. Sebagai mentor, ia memberikan pembelajaran terkait formula rasa manis melon kepada belasan petani milenial. Dan, inovasi teknik pengelolaan media tanam polybag yang bisa digunakan hingga 22 kali masa tanam.

Dengan biaya media tanam sekitar Rp 8.000 per-polybag, penggunaan berulang membuat media tanam per-siklus budidaya hanya berkisar 400- 500 rupiah. Jadi, lebih efisien dibandingkan praktik budidaya melon konvensional yang umumnya media tanam hanya dapat dimanfaatkan dua hingga empat kali.

Manager Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menjelaskan, Sekolah Lapang merupakan bagian dari Program Smart Agriculture Melonesia yang dikembangkan Pertamina EP Field Rantau. Program ini sebagai upaya mendorong regenerasi petani sekaligus transformasi ilmu budidaya melon.

“Bapak Chaidir Saleh punya pengalaman panjang menjadi petani sehingga akan memberikan materi formula budidaya melon. Nantinya akan ada 12 kali pertemuan Sekolah Lapang yang dimentori Pak Chaidir,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda di desa diyakini akan menentukan masa depan sektor pertanian. Oleh karena itu, para pemuda perlu disiapkan kemampuan sumber daya-nya untuk menjawab tantangan pertanian sebagai usaha yang menjanjikan.

“Program ini bukan sekadar CSR tapi upaya nyata meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemberdayaan ekonomi. Kami ingin melon golden menjadi ikon baru kebanggaan Aceh Tamiang,” ungkapnya.

You Might Also Like

Ekonomi Masyarakat Nias Utara Terdongkrak dari Rumput Laut,Wagub Surya Dorong Hilirisasi

BGN Sisir Ulang 62,7 Juta Penerima MBG

Peduli dan Berbagi Bersama PPP-AD Tebingtinggi

Dubes Prancis Takjub Pesona Situs Megalitik Nias, Bobby Nasution Dorong Kerja Sama Pariwisata dan Budaya

Zakiyuddin Tegaskan Komitmen Pemko Medan Perkuat Statistik Sektoral Lewat EPSS

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita July 21, 2026 July 21, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Kasus Tabrakan Maut Sibolangit Diusut
Next Article Rico Waas Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis Tangani Ledakan di Perumahan Grand Polonia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

PEREDARAN SABU DIUNGKAP, 2 TERSANGKA & BARANG BUKTI 206,78 GRAM DIAMANKAN
HOME KRIMINAL
Wali Kota Medan Kumpulkan Konsultan dan Dinas Terkait, Bahas Pelayanan PBG dan Tutup Celah Pungli
Medan
Siapkan Talenta Digital Muda, Pemko Medan Gelar Pelatihan Literasi Digital & AI untuk Gen Z
PENDIDIKAN
Pemko Medan Perkuat Akses Kesehatan, Rico Waas Dukung RS Vina Estetika Masuk Jaringan BPJS
Medan
- Advertisement -
July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?