Medan,- Arus lalu lintas di jalur Medan–Berastagi mengalami kemacetan parah sejak Sabtu (4/7/2026) sore hingga Minggu (5/7/2026). Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer akibat sejumlah truk bermuatan mengalami gangguan di beberapa titik jalan.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP S.L. Widodo, mengungkapkan sedikitnya terdapat lima titik kemacetan yang dipicu oleh truk-truk bermuatan yang mengalami kerusakan. Meski tidak terjadi secara bersamaan, jarak waktu antarinsiden yang berdekatan membuat arus lalu lintas semakin tersendat.
“Setidaknya ada lima titik kemacetan karena truk mengalami masalah. Memang tidak sekaligus, tetapi waktunya masih berdekatan. Ada satu truk yang berhenti di titik krusial sehingga mengunci arus kendaraan dan menyebabkan kepadatan panjang,” ujar Widodo saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, petugas Satlantas bersama instansi terkait terpaksa mendatangkan mobil derek untuk mengevakuasi truk-truk yang mengalami gangguan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.
“Truk-truk tersebut harus kita tarik menggunakan mobil derek,” katanya.
Meski proses evakuasi terus dilakukan, Widodo mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan selama melintas di jalur pegunungan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan saat berkendara,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan hingga Minggu pukul 13.50 WIB, antrean kendaraan masih terlihat mengular mulai dari kawasan tanjakan Tirtanadi hingga beberapa kilometer ke arah Medan. Kepadatan juga terjadi di ruas jalan depan Taman Hutan Raya (Tahura) hingga Simpang Sidebukdebuk.
Jalur Medan–Berastagi sendiri merupakan salah satu akses utama menuju kawasan wisata dataran tinggi di Kabupaten Karo. Memasuki akhir pekan dan musim liburan, volume kendaraan yang meningkat membuat gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu kemacetan panjang di ruas jalan tersebut.

