San Frasisco,-Harapan besar terhadap lonjakan sektor pariwisata selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya terwujud hingga saat ini. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko justru menunjukkan tanda perlambatan kunjungan wisatawan internasional.
Selama beberapa tahun terakhir, ajang sepak bola terbesar dunia tersebut diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri perjalanan. Namun, berbagai indikator menunjukkan jumlah wisatawan asing yang datang ke Amerika Serikat masih berada di bawah ekspektasi pelaku industri.
Gelombang kedatangan suporter internasional yang sebelumnya diperkirakan memenuhi kota-kota tuan rumah belum terlihat signifikan selama turnamen berlangsung. Kondisi tersebut mendorong sejumlah hotel melakukan penyesuaian tarif untuk menjaga tingkat keterisian kamar tetap stabil.
Melemahnya permintaan juga terlihat pada sektor transportasi udara yang menghadapi perlambatan pemesanan tiket perjalanan internasional. Kenaikan harga penerbangan dan mahalnya tiket pertandingan dinilai turut memengaruhi keputusan banyak calon penonton.
“Secara keseluruhan kondisi ini cukup mengecewakan bagi pelaku industri yang sebelumnya menaruh harapan sangat besar. Perkembangan yang terjadi hingga saat ini belum menunjukkan dampak ekonomi sesuai proyeksi awal penyelenggara,” kata CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 13 Juni 2026.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas model ekonomi turnamen yang selama ini bergantung pada wisatawan internasional. Tingginya biaya perjalanan dan kompleksitas mobilitas lintas negara menjadi tantangan tersendiri bagi para suporter.
Selain faktor biaya, proses administrasi perjalanan serta kebutuhan visa juga disebut memengaruhi keputusan sejumlah penggemar. Situasi tersebut membuat sebagian calon penonton memilih menikmati pertandingan dari negara atau kota alternatif.
Asosiasi Hotel New York bahkan merevisi proyeksi pendapatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen tahun ini. Perkiraan pemasukan sektor perhotelan dilaporkan turun sekitar enam puluh persen dibandingkan target yang sebelumnya ditetapkan.
“Kami melihat sebagian penggemar memilih menonton seluruh pertandingan dari lokasi lain dengan biaya lebih rendah. Pengeluaran untuk perjalanan, hotel, tiket pertandingan, dan transportasi dianggap terlalu tinggi bagi sebagian pendukung,” ujar penulis buku sepak bola, Andy Milne.
Di sisi lain, wisatawan domestik Amerika Serikat belum mampu mengimbangi kekurangan kunjungan dari luar negeri. Popularitas sepak bola yang masih berada di bawah beberapa olahraga utama menjadi salah satu faktor penyebab.
Perusahaan perjalanan olahraga mewah Roadtrips juga mencatat sebagian penggemar masih menunda keputusan bepergian menuju lokasi pertandingan. Mereka memilih menunggu kepastian lawan yang akan dihadapi tim favorit sebelum melakukan pemesanan perjalanan.
Kondisi tersebut menunjukkan dinamika baru dalam penyelenggaraan turnamen olahraga global yang semakin dipengaruhi faktor ekonomi. Pelaku industri kini berharap antusiasme suporter meningkat seiring bergulirnya fase-fase penting Piala Dunia 2026.

