Jakarta,-Upaya pembebasan empat WNI Anak Buah Kapal (ABK) Kapal MT Honour 25 yang ditahan perompak di Somalia masih dilakukan Kemlu RI beserta pihak terkait. Sebelumnya, informasi mengenai penyanderaan WNI ini beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang WNI meminta pemerintah RI membebaskannya dari para perompak.
“Saat ini Kemlu via KBRI Nairobi dan Konsul Kehormatan (Konhor) Somalia masih terus memantau secara intensif perkembangan situasi awak kapal WNI dimaksud. Tim berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan dan otoritas setempat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam pesan tertulis, 1 Juni 2026.
Heni mengungkapkan, berdasarkan informasi terakhir, proses negosiasi masih berlangsung. Ia menyebut, hingga saat ini juga belum terdapat konfirmasi resmi mengenai informasi terkait jumlah tebusan yang diminta oleh para perompak.
Di sisi lain Heni memastikan, Kemlu RI bersama pihak-pihak terkait terus memantau kondisi para WNI ABK. Meski terdapat tantangan teknis terkait posisi kapal yang jauh dari jangkauan.
“Kondisi para awak kapal juga terus dipantau, termasuk aspek kesehatan dan ketersediaan logistik di atas kapal. Terdapat tantangan teknis terkait penyediaannya karena posisi kapal yg jauh dari jangkauan,” ujarnya.
“Kemlu dan Perwakilan RI terkait terus mengupayakan pelindungan dan penanganan terbaik bagi para WNI. Kiranya kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut dalam hal informasi telah terverifikasi.”
Sebelumnya, KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia menyusul pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan Hafun pada 22 April 2026. Kapal tersebut diawaki oleh 15 orang, termasuk empat WNI, serta kru dari Pakistan, India, dan Myanmar.
Kemlu mencatat, saat ini terdapat sekitar 321 ABK WNI yang terdata, terdiri dari 81 awak kapal nelayan, 188 awak kapal niaga, dan 44 awak kapal perikanan. Data tersebut masih terus diperbarui melalui koordinasi dengan instansi terkait.

