Medan,-Tim Khusus (Timsus) Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan kembali berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan sepeda motor. Seorang pria berinisial IY diamankan petugas di kawasan Jalan Nuri, Kecamatan Sunggal, pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Penangkapan dilakukan setelah tim yang dipimpin Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan IPTU Muhammad Faizal, S.Tr.K bersama Panit Opsnal IPDA Richard Deric Siahaan, S.H menerima informasi mengenai keberadaan pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengetahui IY berada di wilayah Sunggal dan langsung bergerak menuju lokasi.
Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Dari hasil interogasi awal, IY mengakui perbuatannya. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Mako Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan serta bertindak cepat menindak para pelaku kriminalitas di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Pemilik usaha laundry bernama Christine menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) malam di Komplek CBD Polonia, Kecamatan Medan Polonia. Saat itu, seorang pria tak dikenal datang ke tempat usahanya dan meminta bantuan kepada salah satu pekerja dengan alasan ingin menjemput sarung bus dalam jumlah besar, sekitar 120 potong.
Pelaku kemudian menyarankan agar pekerja tersebut menggunakan sepeda motor dengan alasan barang yang akan diambil cukup banyak dan berat. Namun, setelah sepeda motor dibawa keluar, kendaraan tersebut justru dikendarai oleh pelaku.
Korban kemudian diajak berkeliling ke beberapa lokasi dengan dalih mengambil barang. Diduga, hal tersebut hanya merupakan modus pelaku untuk mengulur waktu.
“Di salah satu lokasi, pelaku sempat turun lalu kembali dengan alasan barang tidak ada, kemudian mereka kembali berputar,” ujar Christine.
Ia juga menduga pelaku menggunakan modus hipnotis setelah sempat menepuk pundak korban. Sejak saat itu, korban disebut tidak lagi mengingat kejadian selanjutnya.
“Menurut keterangan pekerja saya, setelah ditepuk pundaknya, dia seperti kehilangan kesadaran. Korban akhirnya ditinggalkan di kawasan Lanud Soewondo,” ungkapnya.
Korban baru tersadar setelah ditinggalkan dalam kondisi kebingungan di lokasi tersebut, sebelum akhirnya meminta bantuan warga sekitar. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.

