Asahan,-Seorang warga bernama Muhammad Alfizar mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami adiknya saat diperiksa oleh oknum polisi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut Alfizar, kejadian bermula ketika adiknya baru tiba dari Malaysia melalui Pelabuhan Teluk Nibung dan hendak pulang menuju Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Namun dalam perjalanan, tepatnya di depan sebuah minimarket di kawasan Simpang Kawat, Kabupaten Asahan, adiknya dihentikan oleh petugas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
“Adik saya baru pulang dari Malaysia lewat Pelabuhan Teluk Nibung dan mau pulang ke Lima Puluh. Saat di depan Indomaret Simpang Kawat tiba-tiba diperiksa oleh petugas kepolisian dan dituduh membawa barang haram,” kata Alfizar kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Alfizar menuturkan, saat pemeriksaan berlangsung adiknya mengaku mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari oknum aparat. Ia menyebut adiknya sempat ditarik pada bagian leher hingga dicekik ketika proses pemeriksaan berlangsung di depan umum. Peristiwa itu bahkan disebut sempat direkam oleh seseorang.
“Adik saya merasa dipermalukan di depan orang banyak. Bahkan dia ditarik di bagian leher dan dicekik saat diperiksa,” ujarnya.
Selain itu, Alfizar juga mengklaim barang bawaan adiknya turut diperiksa secara menyeluruh dan kemasannya dirusak. Namun setelah pemeriksaan selesai, menurutnya, petugas tidak menemukan barang terlarang sebagaimana yang sebelumnya dituduhkan.
“Setelah diperiksa tidak ditemukan apa-apa. Tapi tidak ada juga permintaan maaf dari petugas,” katanya.
Alfizar menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prosedur yang seharusnya dilakukan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas. Ia pun berharap kejadian tersebut mendapat perhatian dari pihak internal kepolisian.
“Kami berharap Propam Polda Sumut atau Propam Polres Asahan bisa menindaklanjuti kejadian ini,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan yang transparan diperlukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat tetap merasa aman saat berhadapan dengan aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

