Medan,-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras hingga pekan ketiga Februari 2026 meningkat di sejumlah provinsi. Kenaikan tertinggi terjadi di Kepulauan Riau sebesar 4,25 persen dengan harga Rp14.849 per kilogram.
Papua Selatan mencatat kenaikan 3,02 persen dengan harga Rp17.258 per kilogram. Gorontalo meningkat 1,24 persen dengan harga Rp13.717 per kilogram.
“Harga beras juga. Menurut provinsinya, ini masih ada beberapa yang mengalami peningkatan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin 23 Februari 2026.
Untuk beras medium, kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Bintan sebesar 16,58 persen dengan harga Rp14.405 per kilogram. Harga tersebut masih di atas HET.
Kenaikan juga terjadi di Boven Digoel sebesar 11,65 persen dengan harga Rp15.000 per kilogram. Kabupaten Musi Banyuasin meningkat 8,88 persen dengan harga Rp12.990 per kilogram.
Kota Sabang mencatat kenaikan 6,40 persen dengan harga Rp14.923 per kilogram. Kabupaten Tanah Datar meningkat 5,82 persen dengan harga Rp17.000 per kilogram.
Pada beras premium, kenaikan tertinggi terjadi di Boven Digoel sebesar 10,14 persen. Kabupaten Donggala meningkat 6,59 persen dan Musi Banyuasin 5,47 persen.
Kabupaten Rote Ndao mencatat kenaikan 5,13 persen. Data tersebut menunjukkan harga beras masih meningkat di sejumlah daerah hingga minggu ketiga Februari 2026.
Sekretaris Jendral Kemendagri, Tomsi Tohir meminta meminta langkah konkret pengendalian harga segera dilakukan. Upaya tersebut untuk menjaga stabilitas inflasi pangan. “Kalau naik sendirian, sementara wilayah sekitar tidak. Ini patut dicurigai,” katanya.

