By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Ketua Fraksi FPKS DPRD Sumut: Gerakan Pasar Murah Tidak Cukup Sembako, Usulkan Pasar Murah Baju Lebaran
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Ketua Fraksi FPKS DPRD Sumut: Gerakan Pasar Murah Tidak Cukup Sembako, Usulkan Pasar Murah Baju Lebaran

berita
berita Published February 17, 2026
Share
SHARE

Medan,-Ketua Fraksi FPKS DPRD Provinsi Sumatera Utara, Usman Jakfar, menegaskan bahwa program gerakan pasar murah yang dilaksanakan pemerintah menjelang bulan suci Ramadan 1447 H dan Idulfitri 2026 perlu diperluas cakupannya. Menurutnya, pasar murah tidak cukup hanya menyediakan sembilan bahan pokok (sembako), tetapi juga harus menyentuh kebutuhan sandang, khususnya baju Lebaran.

Prof. Usman menilai bahwa selama ini pasar murah cenderung berfokus pada kebutuhan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan komoditas pokok lainnya. Padahal, menjelang Idulfitri, kebutuhan masyarakat meningkat tidak hanya pada sektor pangan, tetapi juga pada sektor sandang, terutama bagi anak-anak dan keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Gerakan pasar murah harus menjawab kebutuhan riil masyarakat. Menjelang Idulfitri, kebutuhan itu tidak hanya soal makan, tetapi juga soal pakaian. Baju Lebaran menjadi kebutuhan penting yang juga perlu dipikirkan oleh pemerintah,” ujar Prof. Usman, Selasa (17/02/2026).

Dalam konteks ketersediaan pangan, kondisi Sumatera Utara menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 dinilai relatif aman. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus, di antaranya beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng.

Data menunjukkan produksi beras Sumatera Utara pada tahun 2025 mencapai lebih dari 2,22 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 1,7 juta ton per tahun. Kondisi ini menciptakan surplus yang signifikan dan menjamin ketahanan pangan daerah.

Selain itu, stabilitas harga kebutuhan pokok juga terus dipantau oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Harga cabai merah berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, daging ayam sekitar Rp42 ribu per kilogram, daging sapi sekitar Rp142 ribu per kilogram, serta minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp15.700 per liter. Secara umum, harga-harga tersebut masih tergolong stabil menjelang Ramadan 1447 H.

Pada Ramadan sebelumnya, Sumatera Utara bahkan mencatat laju inflasi yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain. Inflasi bulanan pada Maret 2025 tercatat sekitar 0,68 persen, menunjukkan bahwa tekanan harga dapat dikendalikan meskipun terjadi peningkatan permintaan selama bulan suci.

Dengan kondisi stok dan harga pangan yang relatif stabil, Fraksi FPKS DPRD Sumut mendorong agar anggaran dan kebijakan pasar murah diperluas untuk mencakup kebutuhan sandang, khususnya melalui program pasar murah baju Lebaran.

Prof. Usman mengusulkan agar pelaksanaan pasar murah baju Lebaran melibatkan pelaku UMKM lokal, penjahit, dan konveksi daerah. Menurutnya, skema ini tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh pakaian dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal.

“Pasar murah baju Lebaran bisa menjadi solusi yang saling menguntungkan. Masyarakat terbantu, UMKM bergerak, dan roda ekonomi daerah ikut berputar,” jelasnya.

Fraksi FPKS DPRD Sumut menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan ini melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPRD Sumatera Utara, agar program pasar murah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang konkret. Pemerintah harus hadir tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga menjaga martabat dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut hari raya,” pungkas Prof. Usman.

You Might Also Like

Arus Balik Imlek, 36 Ribu Penumpang Tiba Jakarta

Meugang di Aceh, Baznah Kirim 100 Ekor Sapi

Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu

Jasa Marga Catat Lonjakan Lalin Tol Libur Imlek 2026

Horeee !, Presiden Longgarkan Kredit Nelayan hingga 12 Tahun

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita February 17, 2026 February 17, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pemerintah Pastikan Ratusan Ribu Peserta BPJS PBI Kembali Aktif
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Pemerintah Pastikan Ratusan Ribu Peserta BPJS PBI Kembali Aktif
NASIONAL
Jalan Nasional Terdampak Bencana Sumut Sudah Bisa Dilalui Kendaraan
Medan
Ratusan Huntara di Agam Rampung, Korban Bencana Mulai Menempati
NASIONAL
Arus Balik Imlek, 36 Ribu Penumpang Tiba Jakarta
EKONOMI
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?