Jakarta,- Rutinitas pagi banyak orang sering kali dimulai dengan membeli kopi panas di kafe terdekat. Gelas sekali pakai, digenggam sambil menyesap kopi menuju kantor.
Gelas kopi dari plastik atau kertas berlapis plastik, sering dianggap aman karena faktor kepraktisannya. Padahal, ancaman mikroplastik bisa masuk ke tubuh tanpa disadari.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti bahaya mikroplastik yang berukuran sangat kecil dan tak kasat mata ini. Partikel kecil ini bisa mencemari makanan serta minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan mikroplastik bukan berasal dari kopinya. “Berdasarkan riset kami, sumbernya justru dari alat seduh dan kemasan plastik,” katanya, Minggu, 1 Februari 2026.
Gelas kopi sekali pakai dan pengaduk berbahan plastik, lanjutnya, mudah melepaskan mikroplastik. Pelepasan partikel ini meningkat saat bersentuhan dengan air bersuhu tinggi.
Reza menyebut dalam satu liter air bisa mengandung ratusan hingga ribuan mikroplastik. “Partikel kecil ini sangat mudah masuk ke sistem pencernaan lalu terserap ke aliran darah,” ujarnya.
Dampaknya berpotensi mengganggu sistem saraf dan reproduksi tubuh. Risiko ini relevan seiring penggunaan gelas sekali pakai sangat masif.
Reza mengimbau masyarakat lebih bijak memilih wadah dengan material yang aman saat menyeduh kopi. “Gunakan wadah dari keramik, kaca, atau stainless steel, dan biasakan membawa tumbler sendiri kalau mau beli kopi,” katanya.
sumber : rri

