Tapanuli ,-Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pemulihan hubungan keluarga bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain penyaluran bantuan logistik dan layanan kesehatan, PMI juga menghadirkan layanan restoring family link (RFL) atau pemulihan hubungan keluarga bagi penyintas bencana.
Koordinator RFL PMI Sumut, Frisca Novasi Saragih, mengatakan layanan tersebut bertujuan membantu warga yang terpisah dari anggota keluarganya akibat bencana. “Selain distribusi bantuan dan kesehatan, PMI juga menghadirkan layanan restoring family link,” ujar Frisca kepada wartawan, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia menjelaskan layanan RFL telah dimanfaatkan warga di sejumlah lokasi terdampak, salah satunya di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, yang mengalami banjir dan longsor pada akhir November lalu. Layanan kemanusiaan tersebut difokuskan pada pencarian, pelacakan, serta penyampaian kabar antaranggota keluarga yang kehilangan kontak akibat situasi darurat.
Menurut Frisca, relawan PMI aktif mendata warga terdampak sekaligus membantu menghubungkan mereka dengan keluarga melalui berbagai sarana komunikasi. “Relawan PMI mendata warga, membantu menghubungi kerabat lewat telepon hingga memfasilitasi pesan keluarga agar tersampaikan dengan cepat dan aman,” katanya.
Ia menambahkan, bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak besar terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Dalam situasi darurat, jaringan komunikasi kerap terputus sehingga banyak warga tidak mengetahui keberadaan sanak saudara mereka.
“Melalui layanan restoring family link, PMI hadir memastikan mereka bisa kembali terhubung dan mendapatkan kabar satu sama lain,” ujar Frisca. Ia menegaskan layanan ini menjadi bagian penting dari pemulihan psikososial bagi para penyintas bencana.
Sejak dibuka, layanan RFL PMI Sumut telah dimanfaatkan puluhan warga untuk melakukan pendataan keluarga dan menggunakan fasilitas komunikasi gratis. Kelompok lanjut usia dan anak-anak menjadi prioritas karena dinilai paling rentan kehilangan kontak dengan keluarga saat proses evakuasi berlangsung.
Selain membantu komunikasi, relawan PMI juga memberikan pendampingan psikososial ringan bagi warga yang masih cemas menunggu kabar keluarganya. Pendampingan dilakukan sembari memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi di lokasi pengungsian.
PMI Sumut mengimbau masyarakat terdampak bencana yang masih kehilangan kontak dengan keluarga agar mendatangi pos layanan RFL PMI terdekat. Melalui layanan tersebut, PMI siap membantu proses pencarian dan penyampaian informasi antaranggota keluarga.
“Bagi kami, menyatukan kembali keluarga sama pentingnya dengan memberikan bantuan fisik,” kata Frisca. Ia menegaskan, harapan dan ketenangan batin merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pemulihan pascabencana.

