Jakarta – Para pecinta astronomi tengah bersiap menyambut salah satu pertunjukan langit yang dikenal dengan istilah ‘Parade Planet’ pada 28 Februari mendatang. Fenomena ini terjadi saat planet-planet tata surya tampak berkumpul di area yang sama dan membentuk garis, seolah-olah sejajar.
Secara fisik, planet-planet tersebut tetap berada pada jalur orbitnya masing-masing dan terpisah jutaan kilometer. Namun, konfigurasi unik ini menciptakan pemandangan visual yang luar biasa bagi pengamat di Bumi.
Secara ilmiah, fenomena ini disebut sebagai konjungsi planet atau penyelarasan planet (planetary alignment). Hal ini terjadi karena perbedaan kecepatan orbit setiap planet saat mengelilingi Matahari.
Namun, para ahli menekankan bahwa istilah ‘berbaris’ tidak berarti planet-planet tersebut berada dalam garis lurus sempurna secara tiga dimensi di luar angkasa. Keselarasan ini hanyalah efek perspektif visual karena kita melihatnya dari bidang ekliptika yang hampir sama.
Untuk mengamati fenomena ini, aplikasi seperti Star Walk 2 atau Stellarium dapat membantu menentukan posisi tepat setiap planet di langit. Biasanya, parade planet terlihat paling jelas sesaat sebelum matahari terbit atau segera setelah matahari terbenam.
Planet terang seperti Venus, Jupiter, dan Mars biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, untuk melihat planet yang lebih redup seperti Uranus atau Neptunus, Anda akan memerlukan bantuan teropong (binokular) atau teleskop.
Fenomena parade planet adalah fenomena alam biasa yang tidak memiliki dampak fisik bagi Bumi. Penyelarasan ini tidak akan memicu gempa bumi, tsunami, atau gangguan gravitasi ekstrem lainnya.

