Makassar,-Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Air Transport (IAT) Adi Tri Wibowo memastikan seluruh korban pesawat ATR 42-500 PK-THT akan mendapatkan hak asuransi. Pesawat tersebut sebelumnya mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu 17 Januari 2026.
Adi menyampaikan, proses pencairan asuransi akan ditangani oleh pihak asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa seluruh korban memiliki hak atas asuransi jiwa.
“Nanti akan kami selesaikan, dari pihak asuransi akan menyelesaikan. Ada, intinya (asuransi jiwa),” ujar Adi usai konferensi pers penutupan operasi SAR di Kantor Basarnas Makassar, Jumat 23 Januari 2026, malam.
Namun, Adi enggan mengungkapkan besaran nilai asuransi yang akan diterima oleh keluarga 10 korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Menurutnya, nominal tersebut merupakan hak keluarga korban dan tidak dapat dipublikasikan.
“Tidak bisa kami laporkan, dan akan kami tetap (memberikan). Mereka punya hak untuk asuransi itu,” ucapnya.
Pasca kejadian, Adi menyebut pihak perusahaan akan melakukan evaluasi secara ketat, baik dari sisi manajemen maupun teknis operasional pesawat. Meski evaluasi rutin telah dilakukan sebelumnya, kejadian ini menjadi perhatian serius perusahaan.
“Kami selalu melakukan investigasi ke dalam (internal) dan untuk program berikutnya akan kami selalu perhatikan. Khususnya health safety (keselamatan jiwa),” katanya.
Dengan ditutupnya operasi pencarian dan pertolongan, Adi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan yang membantu proses evakuasi korban.
“Alhamdulillah, tadi telah dinyatakan 10 korban sudah ditemukan, dan kami berharap dari hasil DVI nanti akan cocok dan bisa diserahkan kepada pihak keluarga. Dan ada tiga yang telah kami kirim ke pihak keluarga, ke Jakarta,” ujarnya.
Selain tiga korban yang telah diserahkan kepada keluarganya, pihak perusahaan juga memastikan pendampingan kepada keluarga korban lainnya. Hingga proses identifikasi selesai dan jenazah dipulangkan ke daerah masing-masing.
“Kami bantu semuanya, hingga sampai ke rumah, dan kami berduka cita dan mendoakan seluruh korban, diampuni dosanya. Serta mendapatkan rahmat dan husnul khatimah, sebagai syahid, karena mereka bekerja untuk keluarga,” ucap Adi.

