Padang,-Debit air di lubang besar atau sinkhole yang muncul di tengah area persawahan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, terus mengalami kenaikan. Saat ini, air dari sinkhole tersebut telah mencapai permukaan dan menggenangi sawah dan sekitarnya.
Ahli Geologi Sumatera Barat, Ade Edwar, menjelaskan kenaikan debit air tersebut disebabkan oleh tekanan air tanah yang berada di rongga-rongga sinkhole. Rongga bawah tanah itu terisi air yang kemudian terdorong ke atas hingga muncul ke permukaan.
“Di bawah itu berongga dan air yang ada menekan naik ke atas. Sehingga debit air jadi naik,” kata Ade Adrolmios, Kamis 8, Januari 2026.
Ia menambahkan, air yang muncul dari sinkhole terlihat jernih dan berwarna kebiruan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geologi di dalam rongga sinkhole yang didominasi batu kapur.
“Batu kapur sifatnya menjernihkan air, maka air yang muncul adalah air jernih. Bukan keruh,” ucapnya.
Ade memperkirakan debit air berpotensi menurun seiring berakhirnya musim hujan. Menurutnya, faktor curah hujan sangat memengaruhi tekanan air tanah di kawasan tersebut.
“Kenapa sekarang airnya naik, itu karena musim penghujan, jika musim kemarau, dengan sendirinya air akan turun. Tapi ada juga yang permanen, kita lihat saja nanti,” ujarnya.
Sebelumnya, keberadaan sinkhole ini menghebohkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Minggu (4/1/2025). Lubang besar tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang tengah bekerja di area persawahan.
Saat kejadian, warga mendengar suara bergemuruh seperti ledakan. Tak lama kemudian, sawah yang sebelumnya mengalami retakan akibat kemarau mendadak amblas dan membentuk lubang besar.
Diameter lubang dilaporkan terus membesar. Di mana, air di dalamnya yang diperkirakan memiliki kedalaman hingga 20 meter.
Hingga kini, warga di sekitar lokasi masih diminta waspada sambil menunggu kajian lanjutan dari pihak terkait. Guna memastikan keamanan dan potensi dampak lanjutan dari fenomena alam tersebut.

