Jakarta,- Lembaga Kemanusiaaan Dompet Dhuafa menargetkan membangun 1.000 Rumah Sementara (Rumtara) untuk penyintas bencana di Sumatra pascabencana banjir dan tanah longsor. Pembangunan 1.000 Rumtara tersebut akan berlangsung secara bertahap dan tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dompet Dhuafa menargetkan di bulan Januari ini dapat merampungkan sebanyak 200 unit Rumtara, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sebagai langkah pemulihan (recovery) pada Rabu (31/12/2025), Dompet Dhuafa meresmikan lima unit Rumtara pertamanya di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah ini, pembangunan bertahap segera menyusul ke wilayah Pidie Jaya, dan titik-titik lainnya di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Rumtara tersebut akan berdiri di lahan bekas rumah masing-masing penerima manfaat dengan ukuran bangunan 4,8 x 4,8 meter. Pembangunan akan dilakukan terutama bagi para penyintas bencana yang sudah lebih dari sebulan tinggal di pengungsian.
“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa hari ini telah merampungkan beberapa unit hunian sementara yang kami beri nama Rumtara. Kami targetkan bisa tercapai sebanyak 1.000 unit dalam satu tahun ke depan,” kata Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, mitra-mitra kebaikan, dan donatur. Hal ini guna mendukung terwujudnya target pembangunan 1.000 unit Runtara ini.
“Dan hari ini, Rabu (31/12/2025), kita sekaligus resmikan berjalannya program 1.000 Rumtara untuk Sumatra,” ujarnya.
Rumtara diharapkan dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi penyintas bencana yang bersiap menata kembali hidup mereka, terutama, memasuki fase pemulihan. Selain itu, melalui Rumtara, Dompet Dhuafa ingin menghadirkan lebih dari sekadar bangunan fisik.
“Kami ingin menghadirkan harapan, bahwa setelah bencana, masih ada masa depan yang bisa diperjuangkan. Untuk calon penerima manfaat, kita prioritaskan kepada lansia yang rumahnya hancur tak bisa dipakai kembali, janda maupun yatim, termasuk ustaz dan guru honorer,” ujarnya.
Diketahui, Rumtara adalah salah satu program pemulihan Dompet Dhuafa dalam penanganan bencana di Sumatra. Selain itu, Dompet Dhuafa juga merencanakan set-up fasilitas pendukung area Rumtara (Sumur/Air, Listrik, Taman Bermain, Mushola, dan lain-lain).
Di bidang Kesehatan juga direncanakan reaktivasi klinik/faskes, Pos Medis, Pos Gizi, Layanan Difable. Sementara, di bidang Pendidikan akan dilakukan Sekolah Ceria, Bantuan Dukungan Pendidikan (School Kit), Sekolah Darurat, Renovasi Sekolah, Komunitas Pendidikan Pembelajaran Darurat.
Pemulihan Ekonomi juga akan dilakukan dengan melakukan perbaikan sektor usaha, Cash for work, Modal Usaha (Mufakat). Selain itu Dompet Dhuafa juga terus menyiapkan kebutuhan air bersih dengan mobil tanki air, musala darurat, renovasi masjid dan layanan servis motor gratis.
Sebelumnya, Dompet Dhuafa juga telah melakukan respons darurat dari hari pertama bencana terjadi, hingga hari ini. Sejak bencana terjadi di akhir November 2025, Dompet Dhuafa sudah berada di lokasi dan melakukan pertolongan terhadap penyintas, serta pencarian korban yang terdampak.
Dompet Dhuafa juga menggulirkan program bantuan dengan beragam cara untuk mencapai lokasi, baik melalui darat, laut hingga udara. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan via udara, dengan membawa tiga ton bantuan menyasar wilayah terpencil di Takengon, Aceh Tengah, dengan bantuan mitra dari MK Skin, Dricha, dan Melanin hero yang membiayai pesawat untuk mengirimkan bantuan.
Selain itu, Dompet Dhuafa bersama Food Station menggulirkan bantuan 60 ton untuk disalurkan melalui jalur laut menuju Belawan, Medan. Bantuan ini nantinya akan didistribusikan ke titik-titik pengungsian, baik di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa juga mengirimkan telah 75 ton bantuan logistik ke Aceh melalui jalur darat dari donasi cabang-cabang Dompet Dhuafa melalui jalur lintas Provinsi Riau.

