Los Angeles,- Film horor ‘The Black Phone 2’ memulai debutnya dengan hasil yang kuat di box office akhir pekan ini. Film tersebut meraup pendapatan sebesar 2,625 juta dolar AS (Rp43,4 miliar) dari penayangan perdana pada Kamis (16/10/2025) malam.
Angka tersebut mencerminkan antusiasme tinggi dari penonton terhadap sekuel yang diproduksi oleh Blumhouse dan Universal. Film ini diperkirakan akan mengantongi pendapatan antara 23-29 juta dolar AS (Rp380,8 – Rp470,1 miliar) pada akhir pekan pembukaannya.
Namun, melansir dari Variety, beberapa analis memperkirakan hasilnya bisa lebih rendah, sekitar 18 juta dolar (sekitar Rp298 miliar). Sebagai lanjutan dari film pertama yang sukses pada tahun 2021, ‘The Black Phone 2’ membawa kembali ketegangan dan teror yang sama.
Film pertama sebelumnya dirilis saat bioskop baru mulai beroperasi kembali pascapandemi COVID-19. Pada minggu pembukaannya, film tersebut berhasil meraih pendapatan sebesar 21 juta dolar AS (Rp347,6 miliar).
Secara global, film tersebut berhasil meraup pendapatan sebesar 161 juta dolar AS (Rp2,6 triliun). Dengan biaya produksi hanya 18 juta dolar (Rp289 miliar), pencapaian itu menjadi salah satu kejutan besar di box office.
Sekuel kali ini memiliki anggaran lebih besar, yakni 30 juta dolar AS (Rp496,7 miliar). Dalam sekuel ini, Ethan Hawke kembali memerankan karakter jahat The Grabber.
Karakter tersebut kali ini muncul dari balik kubur sebagai sosok arwah jahat. Mason Thames dan Madeleine McGraw kembali memerankan karakter utama dalam sekuel ini.
Keduanya melanjutkan kisah mereka setelah berhasil selamat dari penculikan di film pertama. Mereka diselamatkan berkat kekuatan supranatural dari sebuah telepon misterius yang dapat menghubungkan mereka dengan arwah para korban.
Sekuel ini menghadirkan alur yang lebih gelap dan penuh ketegangan dengan sentuhan horor psikologis yang mendalam. Selain trio pemeran utamanya, film ini turut menghadirkan sejumlah aktor baru.
Beberapa di antaranya adalah Demian Bichir, Jeremy Davies, Migues Mora, Arianna Rivas, Anna Lore, dan Graham Abbey. Para kritikus memuji peningkatan intensitas dan pengembangan karakter dalam film ini.

