Jakarta,- Presiden Prabowo Subianto menyatakan sedih jika ada pihak-pihak yang menjelek-jelekan bangsa Indonesia. Presiden Prabowo mengatakan yang dibutuhkan rakyat adalah lapangan pekerjaan.
“Tapi yang paling sedih saya kalau mereka itu menjelekkan bangsa sendiri, dan kita tahu semua masalah Indonesia. Kita tahu kita butuh lapangan kerja,” kata Presiden Prabowo Subianto pada sidang senat terbuka wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Kepala Negara akan sulit menciptakan lapangan pekerjaan apabila pertumbuhan ekonomi jalan ditempat. Lalu ekonomi akan melambat jika ada keributan, sesama anak bangsa saling menjelek-jelekan satu sama lain.
“Bagaimana ekonomi mau tumbuh dengan cepat kalau kita ribut, di antara pemimpin saling jelek-jelekin. Saling menimbulkan kebencian, mau bikin kerusuhan bakar,” ujar Kepala Negara.
Presiden Prabowo kembali menyinggung aksi kerusuhan di sejumlah daerah pada Agustus 2025. Oknum yang tidak bertanggung jawab, termasuk pihak-pihak yang selama ini mengaku aktivitis demokrasi tetapi membakar gedung DPR/DPRD, dan merusak fasilitas umum.
Gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas umum yang bakar adalah milik rakyat karena dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Oleh sebab itu aksi kekerasan dan vandalisme tidak dibenarkan dengan alasan apapun.
“Katanya aktivis demokrasi tapi membakar lembaga-lembaga demokrasi, membakar gedung DPR yang dibayar dengan uang rakyat. Merusak terminal bus yang pakai bus itu , orang yang tidak punya mobil,” kata Presiden.
Presiden Prabowo bersyukur rakyat tidak terpengaruh dengan hasutan untuk berbuat kerusakan. Presiden Prabowo meyakini pemerintah berada di jalan yang benar untuk menunaikan mandat rakyat.
“Kita bersyukur rakyat mengerti, rakyat tidak akan terpengaruh. Saya yakin itu kita berada di jalan yang benar, kita mendapat mandat dari rakyat,” katanya menegaskan.
“Saya bersama pemerintah saya dan semua koalisi saya dengan semua ormas-ormas yang mendukung saya. Kita tidak akan ragu-ragu melaksanakan tugas kita untuk rakyat dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

