Kuala Lumpur,-Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyebut tidak mendeteksi adanya varian baru penyebab Covid-19 yang masuk ke Malaysia. Apalagi, setiap keadaan penularan Covid-19 di Malaysia terus terkawal.
“Kebanyakan kasus yang dilaporkan bergejala ringan. Dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit,” kata Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad, Jumat (29/12/2023).
Varian yang menular di Malaysia, menurut dia, masih varian Omicron dengan subvariannya XBB.1.16, XBB.1.5, EG.5 dan juga JN.1. Subvarian Omicron yang sedang menular diketahui tidak menyebabkan kasus yang lebih buruk.
“Virus Covid-19 akan terus berada bersama kita, sama seperti virus saluran pernafasan yang lain seperti influenza. Masyarakat diimbau supaya senantiasa menjaga keseimbangan kesehatan dan kehidupan saat musim peningkatan kasus-kasus penularan penyakit,” ujarnya.
Ia mengatakan KKM akan terus memantau situasi Covid-19 dan varian terkait setiap saat. Terlebih terhadap kelompok rentan seperti lansia, orang dengan penyakit kronis.
“Lalu orang dengan imunitas rendah sangat dianjurkan memakai masker saat berada di tempat umum dan sesak. Atau saat menggunakan transportasi publik massal,” ucapnya.
Sesuai data 17-23 Desember 2023 lalu, jumlah pasien mengidap Covid-19 yang masuk ke rumah sakit di Malaysia berjumlah 0,5 persen. Sedangkan jumlah kematian karena penyakit tersebut 0,08 persen.
Total kasus aktif Covid-19 di Malaysia terakhir yang tercatat di situs Komando milik Kementerian Kesehatan Malaysia menunjukkan angka 33.285. Tertulis bahwa data baru akan diperbarui pada 31 Desember 2023 nanti.

