By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 90 Persen Faktor Utama Stunting Berasal dari Keluarga Miskin
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

90 Persen Faktor Utama Stunting Berasal dari Keluarga Miskin

Editor
Editor Published July 8, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB Ali Khomsah menyampaikan 90 persen faktor utama stunting berasal dari keluarga miskin. Hal ini disebabkan sulitnya mengakses makanan yang baik dari tempat asalnya. 

Menurutnya, faktor lain mendukung angka stunting berasal dari lingkungan dan pola makan yang diberikan orang tua kepada anak. Hal ini kemudian mengarah kepada sulitnya mengakses pangan hewani yang menjadi makanan mahal. 

“Selain daging, ada juga susu yang dianggap mahal. Yang artinya anak-anak sulit mendapatkan makanan yang berkualitas,” kata Ali, Minggu (7/7/2024). 

Ali kemudian menyarankan perlu adanya program pemerintah dengan menurunkan dana desa sebesar Rp1 Miliar. Setelah dana tersebut didapatkan maka hal tersebut bisa dialokasikan untuk SDM. 

Selain itu, pemanfaatan dana desa ke posyandu yang berfokus kepada pemberian bubur kacang hijau dan telur harus diubah. “Dana desa turunnya setahun sekali dengan jumlahnya yang tidak sedikit, harusnya yang diberikan bukan bubur kacang ijo dan telur saja,” ucap Ali. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemberian kedua makanan tersebut bukanlah salah satu untuk mencegah stunting. Untuk menjalankan program anak yang menderita stunting tidak bisa dijalankan hanya sebulan atau dua bulan. 

Terkait dengan angka stunting yang menjadi fenomena besar, saat ini pemerintah 1000 HPK (Seribu Hari Pertama dalam Kehidupan). Mereka akan menggunakan sistem pengecekan untuk calon ibu hamil dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas. 

Ia kembali menambahkan bahwa calon ibu hamil tidak boleh menderita KEK atau Kurang Energi Kronis. “Calon ibu hamil akan kami cek lingkar lengan atasnya, kalau dibawah 23 sentimeter itu artinya mereka menderita KEK,” ujarnya. 

Persoalan stunting yang terjadi di Indonesia berawal dari calon ibu yang memiliki masalah kesehatan KEK. Sehingga memungkinkan melahirkan anak prematur dengan tinggi badan kurang dari 48 sentimeter (cm). 

Meskipun permasalahan stunting tidak sama disetiap daerah. Namun ibu yang hamil tanpa pendampingan makanan yang baik akan lebih mudah terkena stunting. 

Artinya, nutrisi yang didapatkan oleh sang ibu merupakan awal terjadinya stunting kepada anak. “Karena kami tidak tahu apa yang mereka konsumsi ketika mengandung, tapi 20% dari mereka sudah stunting dari lahir,” katanya. 

Pihaknya berharap, semoga dengan disuarakannya hal hal seperti tersebut. Masyarakat akan lebih menyadari terhadap stunting dan penanganannya. 

You Might Also Like

Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas

Car Free Night Kesawan Dorong Perputaran Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata

Bobby Nasution Tekankan Percepatan Pembangunan Usai Penandatanganan KUA-PPAS P-APBD 2026

Bobby Nasution Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pemprov Sumut Siapkan Bantuan Khusus hingga Rp50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut Berkah

TAGGED: Ekonomi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 8, 2024 July 8, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Petani Sawit Minta Pemerintah Pangkas Birokrasi Perizinan
Next Article Ini Penyebab Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gawat !!! Diduga Tercemar Limbah B3 dari PT JS dan BI Alur Sungai di Desa Pematang Johar Terbakar Hebat
HOME KRIMINAL Medan NASIONAL
Diringkus Pelaku Curat Baterai Mobil Truk, Hasil Penjualan Digunakan Beli Sabu
HOME KRIMINAL Medan
Korban Diancam Parang dan Kehilangan Uang Rp2 Juta, Pelaku Curas Diringkus
HOME KRIMINAL Medan
Sat Narkoba Polres Dairi Ringkus Terduga Pengedar di Huta Rakyat
HOME KRIMINAL
- Advertisement -
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?