By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 29 September 2024, Bumi Akan Dikelilingi Dua Bulan
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

29 September 2024, Bumi Akan Dikelilingi Dua Bulan

Editor
Editor Published September 23, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Pada 29 September 2024 mendatang, bumi akan dikelilingi oleh dua bulan. Fenomena ini terjadi karena adanya asteroid PT5 2024 dengan ukuran sekitar 33 kaki atau 10 meter yang mengelilingi bumi. 

Uniknya, fenomena ini tidak hanya terjadi dalam satu hari saja, namun 53 hari. Terhitung dari 29 September 2024 hingga 25 November 2024.

Dikutip melalui laman Instagram resmi Observatorium Bosscha @bosschaobservatory, fenomena ini tidak terlihat di langit. Hal tersebut dikarenakan asteroid PT5 2024 berada di jarak terjauh bumi yaitu 3,44 juta kilometer. 

Meski demikian, dampak apa yang terjadi jika bumi memiliki dua bulan? Simak ulasannya di bawah ini. 

1. Pengaruh Orbit Bulan terhadap Kehidupan Bumi

Perlu Anda pahami bahwa sistem dan bulan salah satu hal unik dalam tata surya kita. Bulan memiliki masa 1/81 kali masa bumi, ukuran bulan paling besar dari keseluruhan spek kehidupan di bumi. 

Salah satunya seperti berpengaruh terhadap terjadinya pasang dan surut air laut secara konstan. Sehingga membuat satu hari di bumi sama dengan 24 jam, selain itu memberikan cahaya yang cukup bagi makhluk yang melakukan aktivitas dan berburu di malam hari. 

2. Kehadiran Bulan Kedua akan Mempengaruhi Sistem Kehidupan Secara Total

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana pengaruh bulan terhadap kehidupan di bumi. Kehadiran bulan tambahan ini tentunya akan mengubah segala sistem di bumi secara drastis. 

Bisa dibilang, bulan kedua ini akan menimbulkan malapetaka di muka bumi. Sistem gravitasi bulan akan menyebabkan dan gempa bumi hebat di mana-mana, serta aktivitas sekitar gunung akan meningkat.

3. Pada Minggu ke-3 Sistem Bumi Bulan Mulai akan Menyesuaikan Hadirnya Bulan Kedua

Untungnya, semua malapetaka yang ditimbulkan akibat adanya bulan kedua hanyalah bentuk adaptasi dari sistem bumi dan bulan. Setelahnya, bulan kedua ini mulai bisa memposisikan dirinya sendiri di antara sistem bumi dan bulan.

4. Malam Hari akan Jauh Lebih Terang

Bumi mulai terbiasa dengan sistem bumi dan dua bulan, akan tetapi tentu saja kehidupan di bumi tidak akan sama seperti sediakala. Tapi masalahnya tidak sederhana, hewan-hewan nokturnal akan mencari kehidupan di malam hari dengan intensitas cahaya yang besar.

5. Luas Daratan yang Layak Huni Menjadi Menyempit

Manusia juga harus bisa beradaptasi dengan jumlah bulan yang ada dua ini. Pasang naik yang ditimbulkan oleh adanya dua bulan ini menyebabkan garis pantai menjadi sangat samar. 

Tidak hanya itu, aktivitas sekitar pantai bisa jadi hal yang mustahil dilakukan. Ini lantaran perbedaan tinggi air laut saat terjadi pasang surut dan naik bisa mencapai ribuan kaki.

6. Sistem Perhitungan Waktu Menjadi Kompleks

Sistem perhitungan waktu juga tidak akan sama seperti biasanya. Para astronom memerlukan sistem perhitungan yang dapat menjelaskan pergerakan dua buah bulan. 

Hal ini tentunya lebih rumit daripada perhitungan yang ada sekarang. Bisa kalian bayangkan selama 58 hari ke depan, bagaimana para Astronom ini akan bekerja keras. 

Demikian enam prediksi yang akan terjadi jika bumi memiliki dua bulan. Meskipun demikian, menurut Bosscha Observation, anda tidak perlu khawatir pada fenomena dua bulan yang akan terjadi. 

Menurutnya, fenomena ini tidak akan meninggalkan dampak yang signifikan pada bumi. Sehingga kehidupan manusia di bumi akan tetap normal dan baik-baik saja. 

You Might Also Like

Tak Ada Klarifikasi, Forum Jurnalis & Advokat Sulsel Resmi Lapor Fenny Frans ke Polda Sulsel, Begini Masalahnya !!!

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia

Ancaman Karhutla Belum Berakhir, BMKG Prediksi Cuaca Kering hingga 24 Oktober

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah

Blackout di Batam, Ini Perintah Presiden

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 23, 2024 September 23, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bulog Diminta Serap Kedelai Produksi Petani Lokal
Next Article Delapan Orang Geng Motor Ditangkap Polsek Medan Baru, Ini yang Mereka Bawa Sat Beraksi
3 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Dinkes Sumut Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah Saat Kualitas Udara Buruk
Medan
Hadiri WCCE 2026, Wagub Sumut Tegaskan Kreativitas dan Inovasi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif
EKONOMI
Puncak Peringatan HKG PKK 2026, Bobby Nasution Ajak Kader PKK Lindungi Anak dari Narkoba dan Perundungan
Medan
Muatan MT Global 168 Diduga Ketamin, Rion Arios, Kuasa Hukum: Klien Dijerat UU Kesehatan
HOME KRIMINAL Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?