By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 17 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Dokter Unpad
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KRIMINAL

17 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Dokter Unpad

Editor
Editor Published April 15, 2025
Share
SHARE

Bandung,- Polda Jawa Barat memeriksa 17 orang saksi terkait kasus pelecehan seksual dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran. Dari 17 orang saksi yang diperiksa itu delapan di antaranya pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. 

“Kita telah periksa 17 orang saksi. Kan ada korban baru dan kemudian keluarga korban juga kita mintai keterangan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan kepada wartawan di Mapolda Jawa Barat, Senin (14/4/2025). 

Lebih lanjut, Surawan mengatakan saksi dari RSHS yang diperiksa termasuk dokter-dokter yang berada di sekitar tersangka PAP saat bertugas. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari informasi terkait pengawasan terhadap aktivitas tersangka PAP sebagai dokter residen. 

“Dokter yang bersama dia, kemudian yang sama-sama menangani pasien itu. Kemudian juga dokter yang jaga malam itu, penanggung jawab di gedung juga,” ucapnya. 

Hingga saat ini, kata Surawan, penyelidikan kasus ini masih terus berlangsung, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak rumah sakit. Namun, Surawan menegaskan hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan unsur pidana dalam hal pengawasan.

“Namanya dokter PPDS adalah dokter yang melekat, bukan dokter yang mudah melakukan tindakan sendiri. Kalau ada tindakan seperti operasi, dia kan mengikuti arahan dari dokter ahli yang akan melakukan tindakan atau penanggung jawab di situ kan,” kata Surawan.

You Might Also Like

Polres Sergai Gelar Patroli KRYD Antisipasi Genk Motor dan Kriminalitas

Lagi, Tsk Begal Sadis di Belawan Diringkus Tim Gabungan

Polsek Batang Kuis Ringkus Pelaku Curanmor dan Pembongkaran Rumah, Terancam 9 Tahun Penjara

Patroli Blue Light Ditingkatkan, Polresta Deli Serdang Perkuat Pencegahan Kejahatan Malam Hari

Kebakaran Rumah di Jln.Cangkir Ayahanda Medan, 1 Mobil Terbakar

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor April 15, 2025 April 15, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article 20 Pendaki Ilegal Mendaki Merapi, Satu Diantaranya Masih Siswa SMA
Next Article Jokowi Siap Tunjukan Ijazah, Ini Syaratnya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Polres Sergai Gelar Patroli KRYD Antisipasi Genk Motor dan Kriminalitas
KRIMINAL
Lagi, Tsk Begal Sadis di Belawan Diringkus Tim Gabungan
HOME KRIMINAL Medan NASIONAL
Pasang Rob Mulai Genangi Rumah Warga di Tanjung Beringin Sergai
NASIONAL
Percikan Api Sambar Motor Saat Dipanaskan, Ayah dan Anak Alami Luka Bakar Serius
NASIONAL
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?