By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 11 Orang Tewas Akibat Virus Marbrug
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

11 Orang Tewas Akibat Virus Marbrug

Editor
Editor Published October 4, 2024
Share
SHARE

Kigali,- Sebelas orang telah meninggal akibat wabah virus Marburg di Rwanda, dengan 36 kasus dikonfirmasi dan 25 orang dalam isolasi. Wabah ini pertama kali diumumkan pada 27 September lalu, melansir dari Euro News.

Kasus awal ditemukan di fasilitas kesehatan, namun sumber infeksi masih belum jelas. Otoritas kesehatan lokal kini sedang menyelidiki untuk menentukan asal penularan.

Dua orang yang bepergian dari Rwanda ke Jerman diisolasi untuk diuji, namun hasilnya negatif. Salah satu dari mereka adalah mahasiswa kedokteran yang bekerja dengan pasien Marburg sambil memakai alat pelindung diri.

Mereka tetap akan terus dipantau untuk memastikan kondisi kesehatannya. Pihak berwenang Rwanda telah mengidentifikasi sekitar 300 orang yang melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Kebanyakan dari mereka adalah pekerja kesehatan di enam dari 30 distrik di Rwanda. Otoritas menghimbau masyarakat untuk menghindari kontak fisik guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Marburg adalah virus yang mirip dengan Ebola, dipercaya berasal dari kelelawar buah dan menyebar melalui kontak dekat. Virus ini menular dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Gejala utama bagi orang yang terinveksi virus ini termasuk demam, nyeri otot, muntah, diare, dan perdarahan. Menurut WHO, tingkat fatalitas rata-rata adalah 50 persen, dan bisa mencapai 88 persen tanpa pengobatan.

Mengisolasi pasien dan melacak kontak mereka adalah langkah kunci untuk menghentikan penyebaran demam berdarah virus ini. Marburg menyebar melalui kontak langsung, dan tindakan pencegahan yang ketat diperlukan untuk mengendalikan wabah.

You Might Also Like

Mendadak! Purbaya Dipanggil Istana Saat Rapat DPD, Tak Lama Kemudian Diganti Suahasil

Kemkomdigi Telusuri Sinyal HP Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Pencarian Hari Kelima Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Jeriken Minyak

Kemenhut Selamatkan 24 Satwa Liar Terdampak Karhutla, Orangutan Terbanyak

Gempa di Kepulauan Seribu, Warga Jakarta Rasakan Getaran

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor October 4, 2024 October 4, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Cedera Pergelangan Tangan, Paes Tetap Bergabung Bersama Timnas
Next Article Bertandang ke Porto, MU Sia-siakan Keunggulan
61 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Yamal Sebut Dirinya Layak Dapatkan Ballon d’Or
OLAHRAGA
Tiket The Story of Studio Ghibli di Gardens by the Bay Kini Tersedia, Dibuka di Singapura pada 18 Desember 2026
Hiburan
Mendadak! Purbaya Dipanggil Istana Saat Rapat DPD, Tak Lama Kemudian Diganti Suahasil
NASIONAL
Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut
Medan
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?