By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: WHO Desak Pajak Rokok Dinaikan 50 Persen
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

WHO Desak Pajak Rokok Dinaikan 50 Persen

Editor
Editor Published July 9, 2025
Share
SHARE

Jakarta,-Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Tabrani, menilai desakan WHO agar pajak rokok dinaikkan 50 persen sebagai hal yang sangat penting bagi Indonesia. Menurutnya, urgensi itu muncul karena Indonesia belum ikut menandatangani komitmen internasional pengendalian konsumsi tembakau (FCTC).

Hasbullah menjelaskan, FCTC merupakan kesepakatan global untuk menekan dampak buruk konsumsi produk berisiko tinggi. “Ilmu pengetahuan sudah membuktikan bahwa tembakau menyebabkan lebih dari 100 jenis penyakit kronis,” ujarnya.

Hasbullah berpendapat bahwa pengendalian konsumsi tembakau perlu dilakukan segera demi menyelamatkan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kebijakan cukai bisa lebih efektif dibandingkan imbauan moral yang tak berdampak nyata.

“Kenaikan harga akan mencegah orang membeli, bukan sekadar untuk menambah penerimaan negara,” ucapnya.

Lebih jauh, Hasbullah menegaskan pemerintah harus melawan narasi keliru dari industri rokok. Ia menilai pihak industri turut bertanggung jawab, karena selama ini menyebarkan informasi menyesatkan kepada publik.

“Pemerintah jangan terkecoh, cukai itu bukan bantuan industri, tetapi denda atas perilaku hidup tidak sehat,” ujarnya menegaskan.

Hasbullah juga mengusulkan hasil cukai perlu dimanfaatkan untuk edukasi serta penyuluhan publik secara menyeluruh. Menurutnya, alokasi 10 persen dari total penerimaan cukai dapat memberi dampak besar dalam jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa strategi transisi bagi petani dan pekerja rokok harus dipikirkan dengan matang. Pemerintah diharapkan bisa mengarahkan mereka ke sektor yang lebih sehat dan menguntungkan.

You Might Also Like

Satu Tahun Rico-Zaki: Ekonomi Medan Menggeliat, Investasi Tembus 200 Persen dari Target

Ketua Fraksi FPKS DPRD Sumut: Gerakan Pasar Murah Tidak Cukup Sembako, Usulkan Pasar Murah Baju Lebaran

Arus Balik Imlek, 36 Ribu Penumpang Tiba Jakarta

Meugang di Aceh, Baznah Kirim 100 Ekor Sapi

Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 9, 2025 July 9, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Kapten dan Tujuh Awak Kapal KMP Tunu Belum Ditemukan
Next Article Geng Motor F2F Ditangkap saat Konvoi di Sunggal
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gubernur Bobby Nasution Temui Langsung Warga Korban Banjir di Tapteng
Medan
Kahiyang Ayu Serahkan 135 Kursi Roda Adaptif bagi Anak Penyandang Cerebral Palsy di Sumut
Medan
Gubsu Bobby Salat Tarawih Perdana Bersama Warga Terdampak Banjir Tapteng
Medan
Perkuat Pengawasan Lewat SAPA KOTA, Rico Waas Ultimatum Camat: Tak Ada Lagi Sampah Berserakan Di Medan!
Medan
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?