Jakarta,-Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo meminta, pemerintah waspadai produk murah asal Tiongkok. Ia menilai kehadiran produk itu berdampak serius pada keberlangsungan UMKM Indonesia.
“Kita nggak bisa bersaing karena harganya jor-joran. Banting-bantingan,” kata Yoyok, Minggu (3/8/2025).
Menurut Yoyok, produk murah Tiongkok mendapat dukungan besar dari pemerintahnya. Mulai dari produksi hingga pemasarannya disubsidi.
“Apalagi, untuk pajak mereka diringankan. Produknya dijual di tempat khusus dan itu gratis,” ujarnya.
Ia menilai strategi itu menekan negara lain, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia harus bersikap waspada dan serius.
“Kementerian UMKM sudah berusaha semampunya. Tetapi mereka nggak bisa bekerja sendiri,” ucapnya.
Yoyok menyarankan Kementerian UMKM bersinergi dengan kementerian lain. Misalnya Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.
“Ini harus jadi satu,” katanya menegaskan. Menurutnya, butuh komitmen bersama menghadapi banjir produk murah Tiongkok.
Karena itu, perlindungan UMKM tidak bisa berjalan sendiri. “Kementerian UMKM hanya mencoba agar UMKM dapat bertahan,” kata Yoyok.
Ia mengakui, tantangan UMKM saat ini semakin besar. Terutama di tengah era digitalisasi dan keterbukaan pasar.
“Orang usaha sekarang seperti balapan mobil Tamiya. Balapannya luar biasa cepat,” ujarnya.
Yoyok mengungkapkan, rutin turun ke lapangan menyerap aspirasi pelaku UMKM. Banyak pelaku usaha meminta perlindungan hukum dan kemudahan izin.
“Masalah ini jauh api dari panggang. Masih banyak UMKM belum tersentuh pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Willy, salah satu pelaku UMKM mengaku, khawatir dengan produk murah Tiongkok. Ia menyebut produk impor masuk terus-menerus.
“Sudah harganya murah dan tidak sulit perizinannya,” ujar Willy. Sebaliknya, izin ekspor produk UMKM dinilai jauh lebih sulit.
Diharapkan, pemerintah memberikan keadilan dalam regulasi perdagangan. “Kita minta regulasi yang adil agar UMKM Indonesia bisa bersaing,” katanya.

