By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Waspada, Titik Api di Aceh Terus Menyebar ke Sejumlah Wilayah
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Waspada, Titik Api di Aceh Terus Menyebar ke Sejumlah Wilayah

Editor
Editor Published July 7, 2025
Share
SHARE

Sabang,-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh merilis jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh. Dalam pantauan yang dilakukan sejak Minggu, 6 Juli 2025, titik panas di Aceh menyebar di beberapa wilayah. 

Prakirawan BMKG Aceh, Betsi menginformasikan, sedikitnya ada 53 titik panas terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Dua wilayah yang mendominasi titik panas, yaitu wilayah Barat dan Tengah Aceh.

Data tersebut diperoleh dari pantauan satelit MODIS (Terra, Aqua, Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, yang mencatat peningkatan signifikan jumlah hotspot. Terutama, di kawasan yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Titik panas terbanyak ditemukan di Kabupaten Gayo Luwes dan Aceh Jaya, masing-masing 10 titik panas,” kata Betsi, Minggu (6/7/2025).

Ia menambahkan, sejumlah daerah lain juga menunjukkan keberadaan titik panas, seperti Aceh Tengah (6 titik), Bireun dan Aceh Selatan masing-masing 5 titik, Aceh Barat (4 titik), Aceh besar (4 titik), Nagan Raya (3 titik), serta Pidie, Subulussalam, dan Bener Meriah (masing-masing 1 titik). Tingkat kepercayaan titik panas tersebut bervariasi dari rendah hingga tinggi.

BMKG mengimbau seluruh pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hal ini mengingat cuaca panas dan angin kering masih mendominasi beberapa wilayah di Aceh.

You Might Also Like

Ribuan Pengguna Jalan Masih Nikmati Jalan Rusak Galang dan Pagar Merbau, Kinerja Pemprovsu Dipertanyakan ??

Puluhan Travel Umrah Bermasalah

Banjir Rob “Menghantui” Kawasan Medan Utara, Proyek Tanggul Rob dan dan Sumur Pompa Dipertanyakan !!!

Emak – emak di Dolok Masihul Datangi SPBU Protes BBM Langka

Bandara Madinah Mulai Pulangkan Jemaah Haji Gelombang Dua

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 7, 2025 July 7, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article 172 Pulau di Natuna Masuk Dalam Daftar Kemendagri
Next Article Pemerintah Klaim 7 Juta Orang Terima Manfaat MBG
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Spanyol Gebuk Arab Saudi
OLAHRAGA
Rombongan Peziarah ke Besilam Tabrak Truk di Tol Indrapura, 4 Penumpang Tewas dan 17 Luka-Luka
Medan
Kala CFD Jadi Panggung Tanpa Sekat Antara Pemimpin dan Warganya
Medan
Pemko Medan : Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Bukan Dialokasikan Khusus untuk Pribadi Wali Kota Medan
Medan
- Advertisement -
June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« May    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?