By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Warga Tagih Kavling CSR di Sicanang, Berakte Notaris Tapi Lokasinya “Kajol”, FABB dan PT DIS Harus Bertanggung Jawab
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMIHOMEKRIMINALMedan

Warga Tagih Kavling CSR di Sicanang, Berakte Notaris Tapi Lokasinya “Kajol”, FABB dan PT DIS Harus Bertanggung Jawab

Agus Leo
Agus Leo Published March 30, 2026
Share
SHARE

Belawan – Janji tinggal janji, ribuan warga diimingi mendapatkan lapak tanah dan rumah murah namun nyatanya bagai pungguk rindukan Bulan, warga hanya mendapat lembaran kertas surat notaris belaka seharga Rp500 ribu sedangkan lokasi tanah kapal rumahnya yang dikabarkan berada di kawasan Sicanang Belawan ternyata “KAJOL” alias Kagak Jolas.

Mirisnya, polemik program pembagian 2.002 kavling tanah di kawasan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, kembali mencuat. Ribuan warga penerima manfaat mengaku belum mengetahui lokasi pasti lahan yang dijanjikan, meski telah memegang akta notaris sejak tahun 2022.

Program tersebut disebut sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Deliana Inti Sukses (DIS) yang diluncurkan melalui kegiatan Kolaborasi Medan Berkah di Sekretariat Forum Anak Belawan Bersatu (FABB).

Dalam kegiatan itu, secara simbolis sebanyak 14 warga menerima penyerahan akta notaris dari total 2.002 penerima.

Setiap kavling dijanjikan berukuran 7 x 16 meter dan diperuntukkan bagi masyarakat pesisir yang belum memiliki rumah serta terdampak banjir rob.

Memasuki tahun 2026, sejumlah warga mulai mempertanyakan kejelasan program tersebut. Saat meninjau lokasi di Sicanang, mereka mengaku tidak menemukan batas lahan, patok, maupun pembagian blok.

Salah seorang warga yang terlanjur ikut program tersebut, mengatakan dirinya telah membayar biaya administrasi sebesar Rp500 ribu saat mendaftar.

“Tanahnya bersurat notaris, tapi sampai sekarang kami tidak tahu rimbanya. Kami sudah survei ke lokasi, tapi belum ada kepastian,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Hal senada disampaikan warga berinisial M. Ia mengaku membayar Rp700 ribu dengan janji bahwa dalam lima tahun lahan akan mulai terlihat bentuknya.

“Kami hanya diberitahu lokasinya di Sicanang, tapi tidak pernah ditunjukkan titik pastinya. Sekarang hampir lima tahun, tidak ada kejelasan,” katanya.

Berdasarkan penelusuran, biaya yang dibayarkan warga bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Jumlah peserta program disebut mencapai lebih dari 2.000 orang, bahkan beberapa di antaranya kini telah meninggal dunia tanpa kejelasan status lahan.

Warga berharap panitia program bersikap terbuka dan memberikan kepastian terkait keberadaan kavling sesuai akta notaris yang telah diterbitkan.

“Kami hanya ingin memastikan posisi tanah sesuai akta. Kalau tidak ada kejelasan, bisa saja masyarakat melaporkannya ke pihak kepolisian,” ungkap warga yang merasa ketipu atas program mendapatkan lapak kaplingan rumah murah tersebut

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut hak masyarakat kecil yang berharap memiliki hunian layak. Warga mendesak pihak terkait untuk segera memberikan kejelasan serta transparansi terkait realisasi program tersebut.

Pihak APH diminta dapat mengusut tuntas kasus bagai benang kusut yang telah membodohi ribuan warga Belawan ini dan diminta pertanggungjawaban serta audit pihak PT DIS dan pihak FABB yang telah membuat program Kajol tersebut.

Bahkan seorang warga masyarakat Belawan menuntut keberadaan tanah yang sudah di terbitkan Akte Notaris , dimana keberadaanya tanah tersebut tidak diketahui.

Peryataan seorang warga atas nama Mukhlis ini pun viral di medsos terkait masalah ” Tanah bersurat notaris Tapi Tak Tahu keberadaan Tanahnya, sehingga warga merasa tertipu”.

Mukhlis mendesak agar pihak- pihak yang terlibat dalam penerbitan surat tanah bernotaris tersebut dapat bertanggung jawab, jangan dilepas begitu saja sebab masyarakat terkesan telah ditipu, Ujarnya.

Sebagaimana diketahui Tanah bersurat notaris itu berada di kawasan Sicanang Belawan akantetapi setelah di Survey ternyata sampai sekarang keberadaan Tanahnya tak diketahui.

Ada ribuan warga yang mendapatkan surat tanah bernotaris tersebut dengan biaya Rp500 ribu sedangkan tanahnya dijanjikan dikapling dibagikan gratis.

Diketahui sebelumnya, Pendistribusian tanah kavlingan sebanyak 2002 pada tahap 2 sukses terlaksana di halaman sekretariat kantor FABB Jalan Asahan Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Sumatera Utara.(Gs/Blw).

You Might Also Like

Rico Waas Paparkan Strategi Stabilitas Pangan dan Pendekatan “Sapa Warga” ke Serdik Sespimmen Polri

Pelaku dengan Paket Sabu di Amanakan Sat Narkoba Polresta Deli Serdang

Buka Scopex 2026, Wagub Surya Tekankan Industri Sawit Harus Ramah Lingkungan dan Berpihak pada Rakyat

Pemprov Sumut Pastikan Stok dan Distribusi Minyakita Aman, Harga Mulai Stabil

Pasca Ditemukan, Satresnarkoba Polresta DS bersama Polsek Tanjung Morawa Musnahkan Batang Ganja

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Agus Leo March 30, 2026 March 30, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Polresta DS Tes Urine Kepada Awak Maskapai Penerbangan Indonesia, Begini Hasilnya !!!
Next Article Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Kini Tempati Huntara dan Huntap
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Rico Waas Paparkan Strategi Stabilitas Pangan dan Pendekatan “Sapa Warga” ke Serdik Sespimmen Polri
Medan
Pelaku dengan Paket Sabu di Amanakan Sat Narkoba Polresta Deli Serdang
HOME KRIMINAL
Buka Scopex 2026, Wagub Surya Tekankan Industri Sawit Harus Ramah Lingkungan dan Berpihak pada Rakyat
EKONOMI
Pemprov Sumut Pastikan Stok dan Distribusi Minyakita Aman, Harga Mulai Stabil
EKONOMI
- Advertisement -
May 2026
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?