By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Vaksin Program Nasional Dipastikan Tak Mengandung Babi
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Vaksin Program Nasional Dipastikan Tak Mengandung Babi

Editor
Editor Published December 20, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) memastikana bahwa vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional tak mengandung babi. Hal ini sekaligus menepis atas kabar terkait vaksin di Indonesia mengandung babi.

“Program vaksin nasional tidak menggunakan babi. Hepatitis B tidak menggunakan babi, lainnya juga tidak,” kata pembina a KIPMI, dr. Raehanul Bahraen di Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Namun, kata dia, ada satu vaksin, yakni untuk polio (Inactivated Poliovirus Vaccine/IPV) menggunakan enzim babi sebagai katalisator. Walau begitu, Raehanul memastikan tidak terdeteksi unsur babi dalam hasil akhirnya.

Ia mengatakan, kalaupun ditemukan vaksin mengandung babi di Indonesia, maka hal itu kebanyakan berasal dari luar negeri. Peruntukan vaksin tersebut pun bukan untuk masyarakat Indonesia melainkan warga asing.

“Kenapa perlu vaksin impor? Karena di Indonesia ada juga orang luar negeri dan saat jadwal vaksin mereka mencari jadwal vaksin dari negaranya,” katanya.

Ia memastikan, vaksin impor yang mengandung babi itu untuk orang luar negeri bukan untuk orang Indonesia. Lalu, vaksin impor pun menurutnya telah menggunakan Bahasa Indonesia pada kemasannya. 

Alasannya, karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mensyaratkan vaksin dari luar negeri masuk ke Indonesia harus ditulis bahannya dalam Bahasa Indonesia. Ia menambahkan, mayoritas vaksin di Indonesia adalah buatan Bio Farma, sebuah BUMN di Bandung. 

Perusahaan ini, kata dia, bahkan sudah mengekspor 60 persen vaksin dunia. “Mayoritas negara-negara Asia Tengah, Asia Tenggara, Barat, Arab Saudi itu menggunakan vaksin dari Bio Farma,” kata Raehanul.

You Might Also Like

Ini 42 Negara Bebas Visa untuk WNI

1.000 Rumah di Kampung Bahagia Sabah Ludes Terbakar

Lagi, Tsk Begal Sadis di Belawan Diringkus Tim Gabungan

Pasang Rob Mulai Genangi Rumah Warga di Tanjung Beringin Sergai

Percikan Api Sambar Motor Saat Dipanaskan, Ayah dan Anak Alami Luka Bakar Serius

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor December 20, 2024 December 20, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Harga Cabai Merah Melonjak di Sejumlah Daerah
Next Article MU Tersingkir dari Carabao Cup
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gawat, Ini Belawan Bung !!! Tawuran Ditengah Banjir Rob
HOME KRIMINAL Medan
Lahan Puskesmas Mandala Berada di Deliserdang, DPRD Medan Desak Pemko Segera Bertindak
Medan
Pemprov Sumut Tegaskan Kericuhan Usai Pelantikan KA KAMMI Murni Dinamika Internal Organisasi
Medan
Gawat!!! Kasus Dugaan Penyalahgunaan Identitas PT di Sumut, Laporan Sejak Oktober 2025 Masih Tahap Penyelidikan
HOME KRIMINAL Medan
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?