Jakarta,-Peringatan perjalanan ke Indonesia (travel warning) sejumlah negara, diyakini tidak akan berpengaruh pada industri pariwisata tanah air. Demikian disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah.
Ia mengatakan, hal tersebut telah dibuktikan dengan normalnya kegiatan pariwisata Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Travel warning merupakan imbauan yang sifatnya agar warga negara asing yang bersangkutan berhati-hati berbeda dengan travel banned,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (3/9/2025).
Sebelumnya, Australia, Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura melalui laman website dan Kedutaan Besarnya di Indonesia mengeluarkan peringatan perjalanan. Hal itu dikarenakan situasi maraknya demonstrasi besar-besaran di Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia.
Lebih lanjut, ia menambahkan, kondisi Indonesia berangsur pulih dan membaik. Sehingga keempat negara tersebut pasti akan segera mencabut peringatan tersebut.
Selain itu, kunjungan asing juga didominasi negara lain seperti Malaysia dan Tiongkok. “Justru data BPS menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan asing terbanyak berasal dari Malaysia,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2025 kunjungan turis asing ke Indonesia mencapai 1,48 juta kunjungan. Jumlah ini naik 13,01 persen dibandingkan dengan Juli 2024.
“Turis asing asal tiga negara mendominasi kunjungan wisata ke Indonesia, yakni Malaysia, Australia, dan Tiongkok. Paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Malaysia, yaitu sebanyak 14,32 persen,” ucapnya.
Ia menilai, bergeraknya industri pariwisata memberikan efek domino terhadap bergeraknya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Meningkatnya angka pengangguran, membuat sektor tersebut bisa menjadi jalan keluar bagi masyarakat dalam membangun ekonomi keluarga.

