Bener Meriah,-Di tengah penanganan bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, peristiwa memilukan justru terjadi dan mengguncang warga setempat.
Seorang pasangan suami istri, HBT (26) dan istrinya IYR (24), ditemukan meninggal dunia usai diduga menjadi korban pencurian yang berujung kekerasan di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah. Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
HBT diketahui berprofesi sebagai wiraswasta, salah satunya sebagai toke (tengkulak) kopi. Sementara sang istri, IYR, merupakan ibu rumah tangga. Usai kejadian, IYR sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Muyang Kute untuk mendapatkan perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia menyusul sang suami.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Saksi mendengar suara benturan keras disertai tangisan dari arah rumah korban pada dini hari.
“Karena situasi sempat terlihat tenang dan tidak terdengar teriakan minta tolong, saksi awalnya mengira tidak terjadi hal serius. Namun, setelah suara kembali terdengar, saksi mendekati rumah korban untuk memastikan kondisi,” ujar AKBP Aris kepada awak media, Senin (5/1/2026).
Saat berada di sekitar rumah, saksi melihat pintu dalam keadaan terbuka dan mendapati seorang pemuda berada di dalam rumah. Merasa curiga, saksi kemudian memanggil rekannya untuk bersama-sama memastikan kondisi di dalam rumah.
Setelah masuk, kedua saksi menemukan pasangan suami istri tersebut dalam kondisi bersimbah darah. Pada saat yang hampir bersamaan, saksi juga melihat seorang pria mengenakan pakaian gelap meninggalkan lokasi kejadian.
Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RSU Muyang Kute. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban laki-laki dinyatakan meninggal dunia. Korban perempuan sempat mendapat perawatan intensif sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Polres Bener Meriah bergerak cepat dan berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut. Terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari 12 jam setelah kejadian.
Kasat Reskrim Polres Bener Meriah AKP Supriadi mengungkapkan, Tim Resmob Satreskrim telah mengamankan seorang pria berinisial RF (24), yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.
“Terduga pelaku diamankan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah rumah kebun kopi di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah,” ujar AKP Supriadi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif sementara diduga berkaitan dengan aksi pencurian yang diketahui oleh korban, sehingga berujung pada tindak kekerasan. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa motif dan rangkaian kejadian masih terus didalami.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Bener Meriah dan dijerat dengan Pasal 458 Ayat 3 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

