Jakarta,- Pekerja Migran Indonesia asal Jatim yang bekerja di Jepang, Tias Sandi Wabia, mengatakan bahwa negeri Sakura tersebut masih membutuhkan tenaga kerja asing dalam jumlah besar, seperti dari Indonesia. Tias yang sudah bekerja di Jepang sebagai perawat di salah satu pusat perawatan lansia selama enam tahun tersebut menyarankan bagi anak muda jika ada peluang bekerja di Jepang untuk segera diambil.
“Jepang menawarkan gaji yang jauh lebih tinggi dari rata-rata Indonesia. Jepang juga memberikan fasilitas lengkap, dan jaminan sosial bagi pekerja asing,” katanya, Sabtu (14/2/2026).
Tias mengatakan, selama enam tahun bekerja di Jepang, kehidupannya sudah berkecukupan dan stabil. Namun, dia menyarankan bagi anak muda yang ingin bekerja di Jepang untuk mempersiapkan diri dengan baik.
“Persiapan diri sebelum bekerja di Jepang sangat penting, mengingat perbedaan budaya, bahasa, serta standar kerja yang tinggi. Persiapan utama, terutama kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan yang dipilih,” katanya.
Tenaga kerja asal Jawa Timur semakin banyak terserap di Jepang dalam beberapa tahun terakhir seiring menguatnya kerja sama ketenagakerjaan antara kedua negara. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur mencatat sekitar 1.983 Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Timur bekerja di Jepang pada 2024.
Jumlah tersebut meningkat pada 2025 menjadi sekitar 3.000 hingga 4.000 orang. Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu menyatakan bahwa kerja sama Jepang dan Indonesia telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif yang mencakup berbagai sektor, termasuk ketenagakerjaan.
Takonai menilai kehadiran warga negara Indonesia yang bekerja di Jepang tidak hanya memastikan ketersediaan tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian, melainkan juga memperkuat hubungan kedua negara. Ia menyebut hubungan Jepang dan Indonesia sangat kuat, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Takonai menuturkan banyaknya tenaga kerja asal Jawa Timur yang menjadi tulang punggung perekonomian di Jepang menunjukkan adanya kerja sama yang baik dan kuat antara kedua pihak. Selain kerja sama pengiriman tenaga kerja ke Jepang, hubungan kedua wilayah juga tercermin dari aktivitas investasi dan operasional perusahaan Jepang di Jawa Timur.
Kerja sama ekonomi antara Jepang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terlihat dari sekitar 150 perusahaan Jepang yang beroperasi di wilayah tersebut.

