Sergai, – Basarnas Provinsi Sumatera Utara (Sumut), bersama TNI AL, Polair dan nelayan setempat memutuskan menghentikan pencarian Waliadi (43) nelayan yang hilang akibat diterjang ombak di perairan Selat Malaka tepatnya kawasan Sialang Buah beberapa waktu lalu.
Keputusan menghentikan pencarian itu berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas usai pencarian korban yang sudah berlangsung tujuh hari.
Komandan Tim SAR Basarnas Sumut, Rori, menyebut seluruh unsur SAR telah berupaya maksimal. Meski begitu, hingga batas waktu pencarian, korban belum ditemukan.
“Tim SAR gabungan telah berusaha semaksimal mungkin, termasuk menggunakan alat pendeteksi digital Aquaawy. Namun hingga hari terakhir, jasad korban belum ditemukan,” ujarnya di posko pencarian Pantai Sialang Buah, Rabu (29/10/2025).
Rori menjelaskan, alat pendeteksi yang digunakan Basarnas tersebut, memiliki tingkat akurasi mencapai 90 persen, dimana sebelumnya sudah diterapkan dalam operasi pencarian korban di Jembatan Pangururan, Kabupaten Samosir beberapa bulan lalu.
Meski fase pencarian aktif dihentikan, Basarnas menegaskan operasi SAR belum ditutup sepenuhnya dan akan dilanjutkan melalui pemantauan lanjutan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, Komandan Pos TNI AL Letu Laut (S) Pantas Pangaribuan menegaskan dukungan penuh terhadap operasi ini.
“Sebagai unsur TNI Angkatan Laut, kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan operasi SAR, termasuk dengan unsur udara,” katanya.
Ia juga mengimbau nelayan dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem berdasarkan peringatan BMKG.
” Evaluasi lanjutan terkait langkah berikutnya akan dilakukan oleh pimpinan SAR.,” tutupnya.
Sementara itu keluarga korban melakukan prosesi tabur bunga di sekitar lokasi korban tenggelam, sebagai bentuk doa dan keikhlasan, proses itu pun membuat suasana haru, tangis air mata, isteri dan anak serta keluarga, menandai akhir dari rangkaian proses pencarian tersebut.

