By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Subvarian Omicron Baru Picu Gelombang Covid-19 Global
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Subvarian Omicron Baru Picu Gelombang Covid-19 Global

Editor
Editor Published June 14, 2025
Share
SHARE

Jakarta,- Meski status pandemi telah dicabut secara global, COVID-19 belum benar-benar hilang. Justru saat ini dunia menghadapi gelombang baru dari subvarian dan varian rekombinan yang berasal dari Omicron. 

Epidemiolog Universitas Griffith, Diki Budiman, menjelaskan bahwa omicron masih menjadi varian dominan di seluruh dunia. “Varian sebelumnya seperti Delta bahkan sudah nyaris tidak terdeteksi,” karanya dalam wawancara, Jumat (13/6/2025). 

Menurutnya, subvarian baru dari Omicron terus bermunculan akibat mutasi genetik. Khususnya pada bagian spike protein, yaitu bagian virus yang berperan dalam menempel ke sel tubuh manusia.

“Mutasi pada spike protein ini membuat virus lebih mudah menginfeksi dan lebih cepat menular. Tapi kabar baiknya, mutasi-mutasi ini belum menyebabkan virus menjadi lebih parah atau lebih mematikan,” ujarnya, menjelaskan. 

Selain subvarian, Diki juga mengungkapkan munculnya varian rekombinan, yaitu hasil persilangan genetik antara dua subvarian yang berbeda. “Semacam ‘kawin silang’ antara sesama turunan Omicron, dan ini juga sudah mulai bersirkulasi,” ucapnya.

Fenomena mutasi dan rekombinasi ini bukan hal yang mengejutkan bagi para ilmuwan. Virus SARS-CoV-2 adalah jenis virus, yang secara alami memiliki kecenderungan untuk bermutasi dengan cepat. 

Meskipun tingkat penularan meningkat, efektivitas vaksinasi tetap tinggi. Vaksin terbukti mampu menekan replikasi virus dalam tubuh, sehingga memperkecil peluang mutasi dan mencegah gejala parah.

You Might Also Like

Ini 42 Negara Bebas Visa untuk WNI

1.000 Rumah di Kampung Bahagia Sabah Ludes Terbakar

Lagi, Tsk Begal Sadis di Belawan Diringkus Tim Gabungan

Pasang Rob Mulai Genangi Rumah Warga di Tanjung Beringin Sergai

Percikan Api Sambar Motor Saat Dipanaskan, Ayah dan Anak Alami Luka Bakar Serius

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor June 14, 2025 June 14, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Ramesh Korban Selamat India Air Sebut Mesin Menderu Sebelum Pesawat Jatuh
Next Article OJK Sudah Antisipasi Potensi PHK Akibat Penututan Kantor Cabang Bank
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gawat, Ini Belawan Bung !!! Tawuran Ditengah Banjir Rob
HOME KRIMINAL Medan
Lahan Puskesmas Mandala Berada di Deliserdang, DPRD Medan Desak Pemko Segera Bertindak
Medan
Pemprov Sumut Tegaskan Kericuhan Usai Pelantikan KA KAMMI Murni Dinamika Internal Organisasi
Medan
Gawat!!! Kasus Dugaan Penyalahgunaan Identitas PT di Sumut, Laporan Sejak Oktober 2025 Masih Tahap Penyelidikan
HOME KRIMINAL Medan
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?