Manchester,-Wayne Rooney menolak menerima gelar Premier League jika Manchester City nantinya dicopot sebagai juara karena pelanggaran finansial. Mantan pemain Manchester United itu menilai timnya tidak layak mendapatkan gelar secara retrospektif karena finis sebagai ‘runner-up’.
Dilansir dari BBC, City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League, Jumat, 25 September 2026. Dakwaan tersebut berkaitan dengan aturan finansial selama periode 2009-2010 hingga 2017-2018.
City juga dituduh tidak bekerja sama dalam penyelidikan Premier League sejak Desember 2018 hingga Februari 2023. Klub tersebut belum menerima sanksi dan berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Salah satu kemungkinan hukuman adalah pencabutan gelar Premier League yang diraih Manchester City. Klub tersebut telah delapan kali menjuarai Premier League sejak diambil alih Sheikh Mansour pada 2009.
Tiga gelar City berada dalam periode ketika klub tersebut dituduh melanggar aturan finansial. Rooney menjadi bagian Manchester United yang finis kedua di belakang City pada musim 2011-2012.
Berbicara dalam podcast Stick to United, Rooney mengatakan dirinya tidak nyaman menerima medali tambahan. “Saya tidak merasa nyaman menerimanya karena menurut saya kami tidak pantas mendapatkannya,” ujarnya.
Rooney mengakui Manchester United tidak tampil maksimal untuk menjadi juara pada musim tersebut. Ia juga mempertimbangkan pemain City yang berjuang meraih gelar tanpa mengetahui persoalan di balik klub.
Menurut Rooney, pemain tidak seharusnya kehilangan pencapaian setelah bertahun-tahun bekerja keras. “Saya tidak ingin menerima medali setelah 15 tahun hanya karena City dianggap curang,” katanya.
Mantan rekan Rooney di United, Rio Ferdinand dan David de Gea, sebelumnya menyarankan gelar tersebut diberikan secara retrospektif. Sementara mantan pelatih Stoke City, Tony Pulis, juga mengaku dirugikan setelah kalah dari City pada final Piala FA 2011.
Meski menolak menerima gelar secara retrospektif, Rooney memperkirakan City dapat mengalami degradasi. “Saya pikir kita akan melihat City terdegradasi, meski saya tidak tahu bagaimana hal itu terjadi,” ujarnya.
Rooney bahkan mengusulkan sanksi lebih berat jika City terbukti bersalah. Ia menyarankan pembatasan belanja pemain selama tiga atau empat musim setelah klub ditempatkan di liga serendah mungkin.
“Kalau mereka hanya ditempatkan di Championship, meski itu merupakan hukuman berat, mereka dapat kembali ke Premier League. Namun, jika mereka dikenai pembatasan dan ditempatkan di League Two atau kompetisi lain di bawahnya, saya rasa situasinya akan jauh lebih sulit bagi mereka,” kata Ronney.
Ia menilai pengurangan 20 poin selama tiga musim juga dapat membuat pemain mempertimbangkan untuk bertahan di klub. “Menurut saya, sanksinya harus dibuat seberat mungkin,” ujarnya.

