By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Risiko Insentif PPh 21, Penerimaan Negara Harus Diperhitungkan
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Risiko Insentif PPh 21, Penerimaan Negara Harus Diperhitungkan

Editor
Editor Published November 6, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Direktur Eksekutif Pratama-Kreston TRI, Prianto Budi Saptono mengatakan, usulan insentif PPh 21 dihadapkan dua sisi bertolak belakang. Insentif ini meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi berisiko menurunkan penerimaan negara yang harus diperhitungkan. 

“Memang ada dua sisi. Dari satu sisi, insentif ini memberikan dana lebih bagi pekerja yang bisa digunakan untuk konsumsi. Namun di sisi lain, ini berarti penerimaan negara dari pajak berkurang,” kata Budi, Selasa (5/11/2024). 

Menurutnya, potensi hilangnya penerimaan pajak dari PPh 21 harus diperhitungkan dengan matang. Pemerintah perlu menyiapkan belanja pajak sebagai bentuk kompensasi atas dana yang tidak masuk ke kas negara. 

Meski kebijakan ini menjanjikan, ia menggarisbawahi kebijakan PPh 21 saat ini mengalami perubahan melalui UU HPP pada 2021. Kebijakan yang baru diterapkan selama beberapa tahun ini perlu evaluasi lebih lanjut sebelum diubah kembali. 

“PPh 21 baru mengalami penambahan objek dan tarif dalam UU HPP. Kebijakan ini masih seumur jagung. Sehingga kita perlu melihat efeknya dalam beberapa tahun ke depan. Untuk penerimaan negara sendiri,” ucapnya. 

Kemudian, ia menyimpulkan, pemerintah perlu menimbang risiko penerimaan negara sebelum menetapkan insentif ini. “Dukungan insentif pajak sangat penting bagi ekonomi, namun stabilitas fiskal tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam jangka panjang,” ujarnya. 

You Might Also Like

Jamin Investasi di Medan Dipermudah, Rico Waas Ajak Investor India Perkuat Kerja Sama

Pemprov Sumut Genjot Realisasi Pembangunan Daerah, Targetkan Tuntas Sebelum Akhir Tahun

Pemprov Sumut Salurkan BKP Rp325 Miliar, Percepat Pembangunan Kabupaten/Kota

Bobby Nasution Sampaikan Lima Prioritas Pembangunan Sumut kepada Bappenas

Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor November 6, 2024 November 6, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Selamatkan Sritex, Pemerintah Tak Berikan Batasan Waktu Izin Ekspor Impor
Next Article BPS : Jumlah Pengangguran Menurun Pada Agustus 2024
64 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Rico Waas Jawab Penantian Hampir 20 Tahun Warga Griya Kencana Namo Gajah, Air Bersih Segera Mengalir
Medan
Jamin Investasi di Medan Dipermudah, Rico Waas Ajak Investor India Perkuat Kerja Sama
EKONOMI
Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
Medan
Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Pintu Investasi dan Perdagangan
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?