By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: PSMS Medan Tumbang di Bekasi, Kalah 2-1 dari Tuan Rumah
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
OLAHRAGA

PSMS Medan Tumbang di Bekasi, Kalah 2-1 dari Tuan Rumah

Jaka Nov
Jaka Nov Published March 1, 2026
Share
SHARE

Medan, – Langkah PSMS Medan meriah poin penuh di pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026 harus berakhir dengan rasa pahit.

Setelah pada pertandingan tandang ke markas FC Bekasi City, Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB, Ayam Kinantan pulang dengan kekalahan 2-1 dalam laga yang diwarnai drama kartu dan keputusan beraroma kontroversi pada keputusan wasit.

Sejak awal laga, PSMS sebenarnya tampil dominan. Peluang demi peluang tercipta sepanjang babak pertama. Mulai peluang Felipe Cadenazzi nyaris membuka skor, dua heading Erwin Gutawa memaksa kiper tuan rumah Ikram Algiffari bekerja keras, sementara sepakan keras Clayton da Silva membuat jantung suporter Bekasi berdegup kencang. Kiper Bekasi City itu tampil gemilang, menepis setiap ancaman dan membuat dominasi PSMS tak berbuah gol hingga turun minum.

Petaka pertama datang saat Saddam Hi Tenang harus ditarik keluar karena cedera. Pelatih Eko Purdjianto terpaksa melakukan perubahan lebih cepat dari rencana dengan memasukkan Arif Setiawan jelang jeda. Pergantian ini sedikit mengubah keseimbangan permainan tim tamu.

Di saat mencoba mengubah taktik dan strategi di babak kedua, PSMS justru kebobolan oleh gol Ramadhan hanya satu menit setelah kick-off. Gol cepat Bekasi City membuat mental pemain sempat goyah.

Masalah bertambah ketika Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua usai dianggap melanggar Renan Silva. Ia diusir keluar lapangan, meninggalkan PSMS bermain dengan 10 orang. Zikri sendiri mengisi posisi Kim Jeung-ho yang absen akibat akumulasi kartu.

Bermain pincang, konsentrasi Ayam Kinantan terpecah. Situasi itu dimanfaatkan Ikhsan Chan, mantan pemain PSMS dua musim sebelumnya, untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.

Meski begitu, PSMS tak menyerah. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya hadiah penalti didapat. Cadenazzi yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Ikram Algifarri dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah.

Usai laga, Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto tak menutupi kekecewaannya.

“Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif untuk agresif dan pemain kita lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun. Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan membuat report ke komisi wasit,” tegas Eko.

Ia juga menyoroti ketimpangan keputusan yang dirasakan timnya.

“Kita sangat kecewa. Kita main bagus tapi nggak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Kenapa kartu kuning begitu mudah diberikan untuk PSMS, ini jadi catatan untuk komisi wasit.”

Meski demikian, Eko tetap memberi apresiasi pada perjuangan anak asuhnya.

“Clayton main bagus, cuma belum cetak gol. Kiper Bekasi juga bagus. Untuk peluang PSMS, secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tapi kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang lebih baik,” ucap Eko.

Nada kecewa juga disampaikan pemain PSMS, Nazar Nurzaidin.

“Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan referee. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi malam pahit bagi PSMS sekaligus penutup sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri sekitar satu bulan. Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menghadapi PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 mendatang di Stadion Utama Sumatera Utara.

You Might Also Like

Manuel Locatelli di Juventus Hingga 2030

Jelang Piala Dunia, Arab Saudi Pecat Pelatih Herve Renard

Tumbangkan Chelsea, MU Perkokoh Posisi

Ini Faktor Utama Munchen Singkirkan Madrid di Allianz Arena

Pemain ini Kecewa Liverpool Tersingkir dari Liga Champion

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Jaka Nov March 1, 2026 March 1, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Timur Tengah Memanas, Sejumlah Penerbangan di Soetta dan Ngurah Rai Dibatalkan
Next Article Pemuda Bawa Samurai Diringkus, Disini TKPnya !!!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Sertijab Kapolsek Medan Labuhan dari Kompol.T.Sibuea, SH MH pada AKP.Raja Putra Napitupulu, SH, MH ” Masalah Narkoba,Tauran & Begal Menjadi PR”
HOME KRIMINAL Medan
Salman Alfarisi Setuju Pajak Kendaraan Tanpa KTP: Jangan Kaitkan dengan Kepemilikan
EKONOMI
Pergantian Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham Efendi: Rotasi Jabatan Hal Biasa, PKS Tetap Solid
POLITIK
PT Pelindo Regional 1 Melaksanakan Acara Pelepasan Calon Jemaah Haji 2026
HOME Medan
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?