By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Produk Impor Ilegal Digemari Akibat Daya Beli Turun
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Produk Impor Ilegal Digemari Akibat Daya Beli Turun

Editor
Editor Published September 1, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai penurunan daya beli masyarakat membuat mereka cenderung membeli barang dengan harga murah. Salah satu pilihannya yaitu berbelanja produk impor illegal yang harganya relatif murah.

“Karena barang-barang tersebut tidak bayar pajak bea masuk sehingga harganya jauh lebih murah. Trennya terbukti masyarakat menengah ke bawah banyak membeli produk murah sekarang karena daya belinya turun,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, Sabtu (30/8/2024).

Alphonzus mengatakan, saat ini masyarakat cenderung memegang uang dalam jumlah sedikit. Sehingga mereka memilih belanja barang yang harganya murah.

Gaya belanja masyarakat kelas menengah seperti itu, sebut Alphonzus, membuat semakin maraknya toko-toko yang menjual barang murah.  “Katakan dengan uang seratus ribu orang bisa mendapat tiga barang,” ucapnya.

“Toko kategori tersebut yang semakin agresif dalam mengambangkan bisnisnya saat ini. Meskipun di tengah situasi daya beli yang menurun,” kata Alphonzus, menambahkan.

Di awal tahun lalu, pihaknya telah memprediksi terjadinya stagnasi pertumbuhan sektor manufaktur. “Asosiasi pada awal tahun sudah memprediksi terjadi pertumbuhan maksimal hanya single digit saja,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang semakin menurunkan daya beli masyarakat. “Misalnya iuran Tapera atau kenaikan PPN, kami minta pemerintah menundanya,” kata Alphonzus.

You Might Also Like

Perjuangkan Tambahan TKD untuk Daerah Terdampak Bencana, Bobby Nasution Minta Kepastian Acuan Anggaran 2027

Pak Wagiman Tukang Sol Sepatu, Tetap Rendah Hati Meskipun Sebentar Lagi Jadi Milyuner, Begini Alasannya !!!

Dorong Pergerakan Ekonomi Rakyat, CitraLand City Sampali Gandeng UMKM Lokal di Festival Kuliner Merah Putih

Peneliti UGM Ungkap Pengangguran Muda Meningkat karena Lowongan Terbatas

Gubernur Bobby Nasution Minta Kepala Daerah se-Kepulauan Nias Percepat Usulan BKP 2027

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 1, 2024 September 1, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Chelsea Pinjam Sancho dari MU
Next Article Jambret Kalung, Warag Sei Mati Bonyok Digebuki Warga di Jalan Asia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Dimpin Wali Kota, Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-81 di Tebing Tinggi Berlangsung Khidmat
Medan
Momen HUT RI Ke-81, Darma Wijaya Ajak Warga Sergai Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Medan
Meriahkan Hari Kemerdekaan RI Ke 81, KNTI Sumut Bersama Kapolres Pelabuhan Belawan Gelar Parade Sampan
Hiburan HOME Medan NASIONAL
Jeremy Doku Perpanjang Kontrak di City
OLAHRAGA
- Advertisement -
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?