By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Perjuangan Rakyat Dijadikan Dalih Untuk Merebut Lahan milik Orang lain
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
HOMEKRIMINALMedan

Perjuangan Rakyat Dijadikan Dalih Untuk Merebut Lahan milik Orang lain

Agus Leo
Agus Leo Published August 6, 2025
Share
SHARE

Medan – Dibalik isu viral perjuangan rakyat yang belakangan mengemuka, investigasi media menemukan fakta yang mencengangkan. Alih-alih memperjuangkan hak masyarakat, aksi tersebut justru disinyalir sebagai upaya perebutan lahan milik sah pihak lain, yang dibungkus narasi pembelaan terhadap rakyat.

Kisruh bermula dari video yang viral di media sosial, memperlihatkan seorang anak sekolah memanjat tembok setinggi tiga meter untuk pulang ke rumah. Video tersebut memantik empati publik, bahkan dijadikan simbol ‘penjajahan terhadap rakyat kecil’. Namun hasil investigasi menunjukkan sebaliknya.

Lahan yang disengketakan ternyata merupakan aset milik PT. Kawasan Industri Medan (PT. KIM) seluas dua setengah hektar, yang diduduki oleh sekelompok penggarap tanpa legalitas resmi. Dalam video yang tersebar, seorang tokoh yang berinisial GT disebut sebagai pihak yang menyuarakan ‘perjuangan rakyat’, padahal menurut warga sekitar, hal tersebut diduga hanya kedok untuk menggiring opini publik.

Rahmat (43), warga asli yang tinggal berdampingan dengan lahan PT. KIM, mengatakan dengan tegas, “Bang, jangan percaya apa yang diviralkan akun GT itu. Semua direkayasa. Mereka buat seolah-olah dizalimi, padahal kami masyarakat asli di sini yang justru dirugikan. Mereka bawa nama adat MHAD seolah mewakili kita, padahal membuat gaduh.”

Rahmat juga menyatakan bahwa warga kampung asli yang telah lama menetap dan memiliki surat resmi kini merasa terancam. “Kalau dua setengah hektar itu diakui sebagai tanah adat mereka, berarti kampung kami juga bisa mereka klaim dong? Ini bukan perjuangan rakyat, ini perebutan hak milik orang lain.”

Lebih jauh, warga menilai ada motif ekonomi dari kelompok yang mengklaim tanah tersebut. Mereka dinilai hanya ingin mendapatkan kompensasi atau ganti rugi. “Ngaku-ngaku tanah adat, padahal niatnya jual-jual kaplingan tanah. Kami tak mau dibenturkan sesama rakyat,” lanjut Rahmat dengan nada geram.

Sementara itu, dalam video viral, GT juga menyebut peristiwa ini sebagai bentuk “penjajahan terhadap rakyat kecil” dan berencana memperjuangkan hak masyarakat melalui sebuah partai besar. Namun banyak pihak menilai, klaim tersebut sarat kepentingan dan penuh narasi provokatif.

Investigasi lebih lanjut juga mengungkap bahwa di lokasi lain, seperti di kawasan Mabar Hilir, kelompok serupa menggunakan kekuatan fisik untuk menduduki lahan dan menjualnya dalam bentuk kapling ilegal.

Menanggapi hal tersebut, Selasa (05/08/2025) pihak PT. KIM melalui Humas perusahaan, Niko, membenarkan bahwa lahan tersebut adalah bagian dari kawasan industri yang selama ini tidak dimanfaatkan karena belum ada investor.

“Sudah sejak 2023 kami memberi ultimatum untuk mengosongkan area tersebut. Kami juga telah menawarkan solusi, yakni masyarakat bisa membeli lahan melalui koperasi resmi/CO yang bekerja sama dengan perusahaan. Bahkan kami memberikan keringanan cicilan dan bantuan modal usaha mikro dalam program CSR kami,” terang Niko.

Namun, menurutnya, upaya pendekatan itu ditolak oleh sebagian penggarap yang kemudian mengklaim sepihak lahan tersebut sebagai milik adat.

“Jika mereka tetap bertahan, akses akan kami tutup. Tapi kami pastikan semua langkah dilakukan secara humanis dan sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tidak semua narasi perjuangan rakyat berangkat dari ketulusan. Terkadang, kepentingan tersembunyi justru menjadikan masyarakat sebagai tameng konflik yang sejatinya hanyalah persoalan perebutan Aset.(Gs/Mdl).

You Might Also Like

Tragis! Mahasiswi Asal Tanjung Morawa Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan

Gubernur Bobby Tegsskan Skema WFH Sudah Diterapkan, Jadwalnya Tergantung OPD

Gubernur Bobby Ajak Jemaat HKI Jaga Alam dan Dukung Pembangunan Sumut

Polresta DS Intensifkan Monitoring Objek Wisata, Situasi Lebaran Tetap Kondusif

Range Rover Terbakar di Tol Paluh Kemiri, Kondisinya Tinggal Kerangka

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Agus Leo August 6, 2025 August 6, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Hansi Flick Puji Rashford
Next Article Pemerintah Larang Siswa Bermain Roblox
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Tragis! Mahasiswi Asal Tanjung Morawa Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan
KRIMINAL
Gubernur Bobby Tegsskan Skema WFH Sudah Diterapkan, Jadwalnya Tergantung OPD
Medan
Gubernur Bobby Ajak Jemaat HKI Jaga Alam dan Dukung Pembangunan Sumut
Medan
Polresta DS Intensifkan Monitoring Objek Wisata, Situasi Lebaran Tetap Kondusif
Hiburan HOME KRIMINAL
- Advertisement -
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?