By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Pemko Medan Larang Sekolah PGRI Gunakan Gedung Milik Pemerintah
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Medan

Pemko Medan Larang Sekolah PGRI Gunakan Gedung Milik Pemerintah

Editor
Editor Published February 3, 2025
Share
SHARE

Medan, -Salah seorang peserta rapat Kepsek PGRI SMP Negeri 4 Medan, Riang Sihite menangis terisak isak saat memaparkan keluhan persoalan izin operasional sekolah PGRI yang “diusir” dari gedung pemerintah. Sehingga acara Rapar Dengar Pendapat (RDP) mengundang perhatian dan penuh haru di ruang Komisi 2 DPRD Medan, Senin (3/2/2025).

Awalnya saat Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Medan Modesta Marpaung S.KM memberikan kesempatan kepada salah satu perwakilan PGRI yakni Riang Sihite memaparkan keluhan mereka hingga mengadu ke Komisi 2 DPRD Medan sehingga digelar RDP.

Pada kesempatan itu Riang Sihite pun memaparkan persoalan yang mereka alami dimana sekolah PGRI dilarang Pemko Medan untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan gedung sekolah negeri.

“Tentu kami sangat sedih setelah adanya surat larangan dari Pemko bahwasannya kami tidak boleh menggunakan gedung sekolah negeri,” terang Riang dengan berurai air mata.

Dilanjutkan Riang, pihaknya sangat menyayangkan Pemko Medan yang lupa akan sejarah PGRI. “Kenapa setelah banyak sekolah yang mapan lantas PGRI tidak boleh lagi menggunakan sekolah negeri,” ujar Riang.

Pada hal kata Riang, murid di PGRI keseluruhan anak kurang mampu dan banyak ditampung dari yayasan panti asuhan. “Apa salah kami, anak sekolah di PGRI butuh pertolongan karena sepatu dan baju yang bolong bolong. Apakah mereka bukan anak bangsa atau dianggap anak bangsat, ” tandas Riang.

Dilanjutkan Riang lagi, Pemko Medan selama ini PGRI terkesan menganaktirikan sekolah PGRI. Bahkan segala jenis bantuan tidak selalu dikesampingkan. Padahal sebut Riang lagi, anak PGRI lah yang pantas dibantu karena benar benar anak miskin. “Kalau orang tuanya kaya tak mungkin mendaftarkan anaknya di PGRI. Maka karena ekonomi lemah lantas masuk ke sekolah PGRI. Lantas apakah murid seperti ini kami keluarkan,” ungkap Riang.

Dijelaskan, untuk mendapatkan gedung sendiri tidak mungkin karena mereka tidak ada uang begitu juga bantuan dan anak murid sekolah gratis. “Kami sekolah miskin dan perlu bantuan. Kami berharap tidak ada pengusiran,” harapnya.

Ditambahkan Riang, saat ini ada 8 unit sekolah PGRI SMP dan SLTA PGRI di Medan. 7 dari 8 sekolah PGRI itu masih numpang proses belajar mengajar di sekolah negeri.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Medan Modesta Marpaung S KM mengaku terharu atas pemaparan pihak PGRI. Untuk kelanjutan pengambilan keputusan Modesta Marpaung menunggu hasil rapat atau musyawarah berikutnya karena Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan tidak hadir.

Sementara itu sekretaris Komisi 2 DPRD Medan Iswanda Ramli SE menyebut memprioritaskan masa depan anak didik. “Untuk sementara ini kita tolak dilakukan pengusiran sebelum ada solusi yang terbaik demi masa depan anak bangsa,” ujar Iswanda Ramli yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan itu.

Sedangkan anggota komisi 2 lainnya Binsar Simarmata menyayangkan pihak pemerintah yang melarang operasional PGRI. Sepatutnya kata Binsar, mendukung penuh peningkatan mutu pendidikan. “Makan siang aja kita galakkan, kenapa pendidikan tidak. Untuk itu kita rekomendasikan saja PGRI untuk tetap beroperasi karena mampu menampung anak anak terpinggirkan,” cetusnya.

You Might Also Like

Gubernur Bobby Nasution Temui Langsung Warga Korban Banjir di Tapteng

Kahiyang Ayu Serahkan 135 Kursi Roda Adaptif bagi Anak Penyandang Cerebral Palsy di Sumut

Gubsu Bobby Salat Tarawih Perdana Bersama Warga Terdampak Banjir Tapteng

Perkuat Pengawasan Lewat SAPA KOTA, Rico Waas Ultimatum Camat: Tak Ada Lagi Sampah Berserakan Di Medan!

Layanan Adminduk Melonjak 28,9 Persen, Disdukcapil Medan Terapkan Strategi Jemput Bola

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor February 3, 2025 February 3, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Menang di Kandang Alaves, Barca Pangkas Jarak dengan Madrid
Next Article Polresta DS Laksanakan Tes Urin Mendadak Usai Apel Pagi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gubernur Bobby Nasution Temui Langsung Warga Korban Banjir di Tapteng
Medan
Kahiyang Ayu Serahkan 135 Kursi Roda Adaptif bagi Anak Penyandang Cerebral Palsy di Sumut
Medan
Gubsu Bobby Salat Tarawih Perdana Bersama Warga Terdampak Banjir Tapteng
Medan
Perkuat Pengawasan Lewat SAPA KOTA, Rico Waas Ultimatum Camat: Tak Ada Lagi Sampah Berserakan Di Medan!
Medan
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?