Banda Aceh,-Pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur di Aceh. Hal ini dilakukan agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman pada bulan Ramadan.
Tim Media Presiden di Jakarta, Kamis 12 Febaruari 2026, dilaporkan, bahwa pembangunan jembatan dikebut di berbagai wilayah terdampak. Khususnya, di Provinsi Aceh.
Langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal, mulai dari anak-anak yang kembali bersekolah hingga petani yang bisa membawa hasil panen keluar desa. “Pembangunan jembatan terus dipercepat agar mobilitas masyarakat kembali lancar dan roda perekonomian bisa berjalan,” demikian keterangan Tim Media Presiden.
Di sejumlah titik di Aceh, proses pembangunan masih berlangsung. Di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, personel TNI tengah membangun fondasi penyangga jembatan gantung.
Sementara di Desa Kala Ili, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, personel TNI menyiapkan tiang baja penyangga untuk jembatan gantung. Pembangunan jembatan gantung juga dilakukan di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, dengan personel TNI mempersiapkan lokasi serta melakukan pengecoran semen.
Di Desa Pintu Rame, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, personel TNI bersama warga mengumpulkan material kayu untuk membangun jembatan sementara. Selain pembangunan yang masih berjalan, sejumlah jembatan telah rampung dan mulai difungsikan.
Hingga awal Februari 2026, sebanyak 24 Jembatan Bailey telah selesai dibangun di berbagai lokasi. Antara lain di Teupin Mane (14 Desember 2025), Teupin Reudep (18 Desember 2025), Jeumpa/Cot Bada dan Matang Bangka (22 Desember 2025), hingga Matang Serdang yang rampung pada 8 Februari 2026.
Tak hanya itu, enam Jembatan Perintis juga telah selesai dibangun di Araa, Blang Awe, Lhok Kuyun. Kemudian Lubuk Sidup, Baro Yaman, dan Pante Kera.
Sementara untuk Jembatan Armco, sebanyak 20 unit telah diselesaikan di berbagai wilayah seperti Alue Gadeng Dua (19 Januari 2026), Batee Raya di Bireuen (19 Januari 2026). Lalu, Weh Pase di Bener Meriah (23 Januari 2026), hingga Buket Kuta yang rampung pada 9 Februari 2026.
Percepatan pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal. Dengan akses transportasi yang kembali terbuka, diharapkan aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat terdampak dapat pulih sepenuhnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan.Tanjung Balai

