Bireuen ,-Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pemerintah mulai membangun delapan jembatan permanen di Aceh. Secara simbolis Menteri PU meninjau Jembatan Krueng Tingkeum, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Rabu, 21 Januari 2026.
Delapan jembatan itu berada di Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Teupin Mane, Ulee Langa. Selain itu ada pula di Krueng Beutong, Pelang, Mengkudu I, dan Pante Dona.
Kementerian PU juga menangani perbaikan 30 titik longsor yang tersebar di berbagai ruas jalan strategis. Titik-titik tersebut meliputi Bireuen-Batas Kota Bireuen/Bener Meriah, Batas Bener Meriah/Aceh Tengah-Kota Takengon, Sp. Uning-Uwaq.
Pembangunan jembatan permanen dirancang menggantikan struktur jembatan sementara. Jembatan permanan juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana.
“Untuk pembangunan satu jembatan permanen diperkirakan membutuhkan waktu 8–9 bulan. Kita akan bangun dengan perhitungan teknis yang matang agar aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
Menteri Dody menegaskan penanganan jembatan menjadi prioritas agar tidak ada lagi wilayah yang terisolasi. “Arahan Presiden Prabowo jelas, tidak boleh ada kabupaten dan kota yang terputus konektivitasnya,” ujarnya.
Kementerian PU jugal melakukan perbaikan di beberapa ruas jalan di Gayo Lues, Aceh Tenggara, Nagan Raya, dan Pameu. Setelah masa tanggap darurat usai, Kementerian PU akan terus melanjutkan tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada berbagai infrastruktur dasar.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M. Daud menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kementerian PU. Ia menilai penanganan kerusakan jembatan akibat banjir dan bencana di Aceh berjalan sigap.
Ruslan menyebut respons cepat tersebut sangat krusial dalam memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat. Menurutnya, Kementerian PU tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga telah merancang program pembangunan permanen yang komprehensif.
“Ini bukan pekerjaan mudah. Skala penanganannya besar, menyeluruh, dan dirancang untuk solusi permanen,” ujar legislator dari Daerah Pemilihan Aceh II tersebut.
Ia menjelaskan jembatan sementara (Bailey) yang saat ini digunakan sebagai akses darurat akan diperbaiki menjadi jembatan permanen. Dalam perencanaan, jembatan akan dibangun kembar atau duplikasi untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.
Menteri Dody mengatakan percepatan pembangunan dilakukan meskipun beberapa wilayah masih dalam tahap tanggap darurat. “Kita percepat karena sebagian yang sudah macet,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menilai pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan kendala di lapangan jika tidak segera ditangani. Dody juga menekankan percepatan pembangunan penting agar distribusi logistik masyarakat tetap lancar.

