Kupang,- Badan SAR Nasional (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (9/1/2026). Dengan demikian, hingga operasi pencarian dihentikan, masih tersisa satu warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang belum berhasil ditemukan.
“Iya benar, ditutup per hari ini,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Jumat (9/1/2026). Ia menjelaskan, keputusan penutupan operasi SAR dilakukan oleh Bupati Manggarai Barat Edi Stasius Endi di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Menurut Fathur, tim SAR gabungan telah melakukan operasi pencarian selama 15 hari berturut-turut. Ini terhitung sejak 26 Desember hingga Jumat (9/1/2026), terhadap empat korban yang dilaporkan tenggelam dan hilang akibat insiden tersebut.
“Selama 15 hari pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya. Korban pertama ditemukan pada Senin (29/12) pukul 06.05 WITA.
Jasad korban berjenis kelamin perempuan WNA Spanyol itu ditemukan sekitar 900 meter dari titik duga tenggelamnya kapal. Lalu, korban kedua ditemukan pada hari ke-10 operasi SAR, Minggu (4/1).
Korban teridentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia, Spanyol. Ia ditemukan pukul 08.47 WITA dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile atau sekitar dua kilometer dari titik duga tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Selanjutnya, pada hari ke-12 operasi SAR, Selasa (6/1/2026), tim SAR gabungan kembali menemukan satu jasad korban. Korban tersebut merupakan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang dipastikan adalah anak dari Fernando Martin Carreras.
Sementara itu, satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan adalah Martines Ortuno Enriquejavier, WNA Spanyol. Fathur menyampaikan, selama operasi berlangsung pihaknya telah mengerahkan upaya maksimal.
Di antaranya, dengan memperluas area pencarian, menambah peralatan sonar, mengerahkan penyelam. Serta menambah kekuatan tim penyisiran dan alutsista.
“Namun hingga hari ke-15, satu WNA Spanyol belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang. Apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda penemuan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” kata Fathur.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bersinergi dalam misi kemanusiaan tersebut. Diketahui, KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Labuan Bajo, pada 26 Desember lalu akibat dihantam gelombang.

