Paris,-Pemerintah Prancis mengizinkan penjualan sementara diesel yang tidak sepenuhnya sesuai spesifikasi. Langkah ini diambil untuk mencegah kekurangan bahan bakar di tengah tekanan pasokan akibat perang Iran dan blokade Selat Hormuz.
Melansir dari Anadolu, keputusan ini diumumkan pada Kamis, 26 Maret 2026 melalui Journal Officiel. Aturan baru menaikkan titik pembekuan filter diesel dari minus 15 derajat Celcius menjadi 0 derajat Celcius.
Hal tersebut menyebabkan bahan bakar bisa menjadi tidak dapat digunakan pada suhu beku. Pengemudi bertanggung jawab atas masalah mesin atau filter akibat penggunaan diesel ini.
Sementara itu, distributor diwajibkan memberi tahu pelanggan mengenai perubahan spesifikasi. Standar teknis lain, termasuk indeks cetane, kandungan sulfur, dan kebersihan bahan bakar, tetap tidak berubah.
Keputusan ini muncul di tengah kenaikan tajam harga diesel di Prancis. Harga diesel melonjak dalam waktu kurang dari sebulan, naik sekitar 30 persen.
Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia, telah terganggu sejak awal Maret. Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melewati selat ini setiap hari.
Namun, gangguan tersebut meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global naik. Pemerintah Prancis menilai langkah pelepasan diesel “tidak sesuai standar” ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi domestik.
Langkah ini juga bertujuan mencegah kekurangan bahan bakar di tengah krisis pasokan. Namun, warga diimbau berhati-hati menggunakan diesel ini pada suhu ekstrem.
Penggunaan pada kondisi sangat dingin berisiko merusak mesin kendaraan. Keputusan ini merupakan bentuk adaptasi sementara pemerintah terhadap krisis energi global dan akan terus dipantau serta disesuaikan jika diperlukan.

