Jakarta, -Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat Indonesia. Pergerakan pemudik yang masif berdampak pada pertumbuhan ekonomi, termasuk di sektor perhotelan dan restoran.
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan, momen ini meningkatkan okupansi hotel dan kunjungan restoran. “Mudik menjadi ajang silaturahmi sekaligus perjalanan wisata bersama keluarga,” ujar Maulana, Jumat (28/3/2025).
Meski demikian, Maulana menyoroti, beberapa tantangan dalam mudik tahun ini. Ia menyebut, daya beli masyarakat menurun, anggaran pemerintah lebih efisien, dan terjadi gelombang PHK.
Ia mengatakan, data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan penurunan jumlah pemudik sebesar 24 persen dibanding tahun lalu. Hal ini berdampak pada perlambatan reservasi hotel menjelang puncak arus mudik.
Meski begitu, Maulana menyebut, okupansi hotel biasanya meningkat pada H+2 Lebaran. “Jika okupansi mencapai 80-90 persen dalam lima hari, itu sudah sangat baik,” kata Maulana.
Di sisi lain, industri perhotelan dan restoran terus berupaya menarik wisatawan. Maulana menyebutkan bahwa berbagai paket promo disiapkan agar tetap menarik bagi pelanggan.
Maulana mengingatkan pemudik agar merencanakan perjalanan dengan baik. Ia menyarankan untuk menghindari kemacetan dengan memilih waktu yang tepat agar liburan lebih nyaman.