By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Mastercard Economics Institute : Asia Pasifik Mampu Bertahan di Tengah Tekanan Global
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Mastercard Economics Institute : Asia Pasifik Mampu Bertahan di Tengah Tekanan Global

berita
berita Published December 11, 2025
Share
SHARE

Jakarta,-Mastercard Economics Institute (MEI) baru saja merilis Outlook Ekonomi 2026 yang menunjukkan bahwa pertumbuhan Asia Pasifik diperkirakan tetap stabil meski perekonomian global tengah beradaptasi terhadap perubahan tarif yang cepat, percepatan investasi kecerdasan buatan (AI), serta tren konsumen yang terus berkembang. Secara global, MEI memproyeksikan pertumbuhan PDB riil dunia akan sedikit melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, dibandingkan perkiraan 3,2 persen pada 2025.

MEI mencatat bahwa outlook ekonomi global 2026 dibentuk oleh kombinasi faktor risiko dan peluang. Stimulus fiskal serta kemajuan teknologi yang pesat-khususnya integrasi AI dalam operasi bisnis-diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan, meski manfaatnya tidak akan merata di seluruh kawasan. Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang berlanjut dan rekonfigurasi rantai pasok menciptakan fragmentasi baru, menambah ketidakpastian dalam perdagangan dan produksi. Distribusi manfaat teknologi yang tidak merata juga berpotensi menciptakan hambatan kebijakan dan pertumbuhan di sejumlah pasar.

Di tengah tantangan yang kompleks ini, MEI memperkirakan pertumbuhan PDB Asia Pasifik akan tetap terjaga pada 2026. Kombinasi inflasi yang mereda, kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta peningkatan pendapatan riil di beberapa pasar mendorong perbaikan ekonomi rumah tangga dan memperkuat stabilitas kawasan. Konsumen diperkirakan tetap tech-enabled namun makin cermat dalam berbelanja, mengutamakan pengalaman yang bermakna seperti travel dan live experiences, sembari tetap sensitif terhadap harga kebutuhan pokok. Sektor pariwisata terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi penting, dengan pariwisata mancanegara maupun intra-regional terus menunjukkan peningkatan.

“Sebagai pusat perdagangan global, Asia Pasifik menunjukkan ketahanan yang luar biasa di saat ketidakpastian tarif dan pergeseran rantai pasok berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional,” kata David Mann, Chief Economist, Asia Pasific, Mastercard. “Prospek konsumen yang tetap positif di banyak pasar Asia Pasifik menjadi ciri penting tahun 2026: meski realokasi perdagangan dan perubahan teknologi mendominasi narasi global, kondisi mikroekonomi di kawasan justru semakin membaik. Bagi pelaku usaha, memahami tren permintaan yang mendasari ini akan menjadi krusial.”

Perdagangan global terus beradaptasi pasca perubahan tarif pada 2025, dengan Tiongkok semakin mendiversifikasi ekspornya ke koridor baru setelah porsi penjualan e-commerce ke AS turun dari 28 persen pada 2024 menjadi 24 persen pada Agustus 2025. Bagi Asia Pasifik, perubahan ini menghadirkan risiko sekaligus peluang: pasar yang mengimpor lebih banyak barang berbiaya rendah dari Tiongkok mengalami disinflasi pada barang impor, sementara eksportir di Jepang dan sebagian Asia Selatan menghadapi tekanan dari tarif AS dan melemahnya permintaan eksternal. Meski terjadi realokasi, posisi Asia Pasifik sebagai pusat rantai pasok global tetap kuat, dengan India, ASEAN, dan Tiongkok memainkan peran yang semakin besar seiring perusahaan menata ulang strategi sourcing dan investasi.

AI dan kebijakan: Gelombang pertumbuhan berikutnya

Analisis MEI menunjukkan bahwa adopsi AI serta dukungan kebijakan fiskal terarah akan menjadi pendorong penting pada 2026. Dalam AI Spending Index milik MEI, Korea Selatan, Jepang, India, dan Hong Kong SAR menunjukkan momentum kuat baik pada sisi korporasi maupun konsumen. Pada saat yang sama, kebijakan industri dan infrastruktur tertentu—termasuk pengembangan pusat AI, data center, smart city, serta investasi semikonduktor—membangun fondasi bagi fase digitalisasi selanjutnya. Secara keseluruhan, dinamika ini memposisikan Asia Pasifik untuk meraih manfaat besar dari transisi global menuju produktivitas berbasis AI.

Tren sektor pariwisata: Experience mendorong momentum ekonomi

Pariwisata tetap menjadi salah satu pendorong ekonomi paling tangguh di Asia Pasifik. Pada semester pertama 2025, belanja outbound Singapura tercatat USD 2,7 miliar lebih tinggi dibanding 2019, sementara Indonesia dan Filipina memimpin pertumbuhan kawasan dengan peningkatan belanja perjalanan keluar negeri masing-masing sebesar 40 persen dan 28 persen. Pariwisata inbound di Jepang dan beberapa negara ASEAN telah kembali normal, sementara perjalanan intra-regional terus meningkat seiring konsumen memprioritaskan experience dibanding barang. Tren ini menggarisbawahi kekuatan sektor jasa Asia Pasifik dan kontribusinya terhadap prospek ekonomi kawasan yang lebih luas.

Outlook Asia Pasifik: Sorotan 2026

Tiongkok diproyeksikan tumbuh 4,5 persen, dengan konsumsi yang menguat sepanjang tahun seiring berkembangnya kategori “konsumsi baru” seperti kecantikan dan wellness, peningkatan gaya hidup, dan collectible berbasis fandom—didukung oleh potensi penurunan suku bunga serta stimulus fiskal dalam rencana pembangunan lima tahun berikutnya. Pergeseran menuju “trading smart”—di mana konsumen mencari kualitas dan pengalaman unik, bukan hanya harga murah—mendorong transformasi ritel dan kanal digital, khususnya di kota Tier 3–4 seperti Yantai dan Luoyang.

Asia Selatan mempertahankan momentum kuat. India diperkirakan tumbuh 6,6 persen didukung permintaan domestik, pelonggaran moneter, serta pertumbuhan sektor digital dan jasa. Sri Lanka diproyeksikan tumbuh 3,7 persen berkat konsumsi swasta, peningkatan devisa pariwisata, dan kebijakan moneter yang akomodatif. Sementara Bangladesh diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, ditopang inflasi yang mereda dan arus masuk remitansi meski tantangan struktural tetap ada.

Jepang diperkirakan tumbuh 1,0 persen, dengan pendapatan riil yang meningkat serta sentimen rumah tangga yang lebih kuat menggeser ekonomi menuju siklus yang lebih berkelanjutan berbasis upah. Investasi strategis di bidang AI, semikonduktor, dan ketahanan energi terus berjalan, sementara kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif membantu meredam tekanan dari perlambatan ekspor akibat tarif AS.

ASEAN-5 menunjukkan kinerja yang bervariasi. Indonesia dan Filipina diperkirakan tetap menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini, masing-masing 5,0 persen dan 5,6 persen. Malaysia dan Singapuradiperkirakan tumbuh stabil pada 4,2 persen dan 2,2 persen, sementara Thailand diproyeksikan 1,8 persen. Risiko utama mencakup volatilitas harga energi serta perubahan permintaan global yang dapat mempengaruhi lapangan kerja.

Australia dan Selandia Baru diproyeksikan tumbuh 2,3 persen dan 2,4 persen seiring meredanya tekanan biaya dan penurunan suku bunga yang meningkatkan belanja rumah tangga. Pengeluaran untuk pengalaman, mulai dari perjalanan wisata hingga hiburan, tetap menjadi pendorong utama pemulihan.

Di seluruh kawasan, UMKM semakin mengadopsi solusi digital dan kanal online untuk mengoptimalkan operasional dan menjangkau pelanggan, memperkuat ketahanan di tengah dinamika perdagangan yang berubah.

“Meski prospek Asia Pasifik secara umum positif, kawasan tetap menghadapi rangkaian risiko yang kompleks pada 2026—mulai dari fragmentasi perdagangan dan tekanan tarif yang berkelanjutan, hingga guncangan eksternal dan kesenjangan kemajuan teknologi,” tambah Mann. “Respons pemerintah dan dunia usaha terhadap tantangan ini akan menentukan fase pertumbuhan berikutnya. Kemampuan untuk beradaptasi, berinvestasi pada kesiapan digital, dan memahami permintaan konsumen yang terus berubah akan menjadi krusial.”

Laporan Outlook Ekonomi 2026 MEI mencakup 12 pasar Asia dan Oseania,menggabungkan berbagai sumber publik serta data transaksi Mastercard yang teragregasi dan anonim, dilengkapi model MEI untuk memperkirakan aktivitas ekonomi. Laporan dan insight tambahan dari MEI dapat ditemukan di sini.

You Might Also Like

Gubsu Bobby Gelontorkan Rp43 Miliar Gratiskan SPP SMA-SMK 10 Kabupaten/Kota

KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis SH MH Sedekah Sembako dan Pupuk Cair Bagi Petani Terdampak Banjir

BI: Uang Beredar Desember 2025 Tembus Rp10.133 Triliun

KAI Buka Penjualan Tiket Lebaran 2026 Mulai 25 Januari

BPJS Kesehatan Gelontorkan 50,2 Triliun Biayai Kasus Penyakit Kronis

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita December 11, 2025 December 11, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Sanggraloka Ubud Menggerakkan Pariwisata Berkelanjutan dari Jantung Bali
Next Article Rico Waas: Warga Terdampak Banjir Harus Dilayani Cepat dan Responsif
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Heboh !! Penemuan Mayat di Sungai Belumai, Ini Identitasnya..
HOME KRIMINAL
Gubsu Bobby Gelontorkan Rp43 Miliar Gratiskan SPP SMA-SMK 10 Kabupaten/Kota
EKONOMI
Rico Waas: Imlek Bagian dari Kehidupan Multikultural Medan
Medan
Viral Pungli Sopir Truk Pasir di Medan Tembung, Tiga Preman Diamankan Polisi
KRIMINAL
- Advertisement -
January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?