Jakarta ,-Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial pascabencana dan bantuan reguler di Sumatera. Penyaluran dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan disalurkan bertahap dengan mekanisme satu data nasional. Pendampingan dilakukan agar bantuan tepat sasaran.
“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan pascabencana sesuai mekanisme yang sudah ada dan terus berjalan,” ucap Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. Hal ini disampaikan Menteri dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Bantuan Rumah dan Bantuan Sosial Pascabencana Sumatera yang digelar secara daring, Senin (26/1/2026).
Rapat dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas rehabilitasi. Pembahasan fokus pada bantuan rumah dan bansos pascabencana Sumatera.
Gus Ipul menjelaskan bansos pascabencana mencakup berbagai skema bantuan. Bantuan meliputi santunan korban meninggal dan korban luka berat.
Kemensos menyalurkan santunan Rp15 juta per korban meninggal dunia. Data sementara penerima santunan mencapai 1.140 jiwa.
Hingga kini, lebih dari 800 ahli waris telah menerima santunan. Sisanya disalurkan bertahap menunggu proses verifikasi data.
Kemensos juga menyalurkan bantuan isian hunian sementara dan hunian tetap. Bantuan senilai Rp3 juta per keluarga.
Program tersebut menyasar lebih dari 171 ribu jiwa terdampak. Pendataan terus diperbarui oleh pemerintah daerah.
Untuk kebutuhan dasar, Kemensos menyalurkan jaminan hidup. Nilainya Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
Jaminan hidup menyasar lebih dari 500 ribu jiwa terdampak. Bantuan diberikan selama masa pemulihan pascabencana.
Kemensos juga menyalurkan bantuan penguatan ekonomi keluarga. Bantuan tunai senilai Rp5 juta per keluarga terdampak.
“Bantuan pascabencana disalurkan sesuai mekanisme yang terus berjalan,” ucap Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan seluruh bantuan berbasis satu data nasional. Data bersumber dari BNPB dan ditetapkan kepala daerah.
Daftar penerima disusun by name by address. Validasi dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Setelah data final, bantuan disalurkan melalui bank Himbara atau PT Pos. Proses penyaluran disertai pelaporan dan pendampingan.
Pendampingan melibatkan SDM Kemensos dan pemerintah daerah. Unsur pendamping meliputi PKH, Tagana, Pordam, dan Karang Taruna.
Gus Ipul menyebut kebutuhan pemulihan pascabencana cukup besar. Nilainya diperkirakan lebih dari Rp2 triliun.
Kebutuhan tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan. Pendanaan disiapkan secara bertahap.
“Sesuai arahan Presiden, penyaluran harus cepat dan tetap tepat sasaran,” katanya.
Selain pascabencana, Kemensos menyalurkan bansos reguler. Bansos reguler meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.
Total anggaran bansos reguler mencapai Rp1,8 triliun lebih. Penyaluran mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Rapat koordinasi turut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat. Hadir Menteri PKP, Maruarar Sirait dan Kepala BNPB, Suharyanto.
Turut hadir Kepala BPS, Amalia Adininggar dan pemerintah daerah terdampak. Rapat diikuti provinsi dan kabupaten terdampak bencana di Sumatera.

