By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: KBRI Nairobi Pastikan Tak Ada WNI Terpapar Cacar Monyet di Kongo
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

KBRI Nairobi Pastikan Tak Ada WNI Terpapar Cacar Monyet di Kongo

Editor
Editor Published August 21, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi, Kenya, memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terpapar cacar monyet di Kongo. Wilayah kerja KBRI di Nairobi meliputi empat negara, yaitu Kenya, Kongo, Uganda, dan Somalia. 

Duta Besar RI untuk Kenya, Mohamad Hery Saripudin mengungkapkan, terdapat 1.100 orang WNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian dunia di Kongo. Adapun untuk WNI sipil tercatat 90 orang dengan berbagai profesi, seperti aktivis LSM internasional, anak buah kapal (ABK), dan pegawai profesional di PBB.

“Tim saya berkomunikasi dengan komandan pasukan garuda di Provinsi Kivu (Kongo), sejauh ini tidak ada WNI yang terpapar. Seluruh WNI aman dan tidak terpapar,” kata Mohamad Hery Saripudin, Selasa (20/8/2024) malam.

Kasus cacar monyet atau monkey pox di Kongo terus bertambah, dengan 570 kasus kematian. Dubes Mohamad mengatakan, data  Pemerintah Kongo, sebanyak 16.700 warga terpapar, tetapi menurut sumber lainnya sedikitnya 27 ribu orang terpapar. 

Selanjutnya, ada 26 provinsi di Kongo yang rentan terjangkit virus monkey pox. Kendati aktivitas masyarakat normal, namun pemerintah memberikan peringatan dini terutama pengawasan untuk masyarakat yang bekerja di perbatasan. 

Mohamad Hery menjelaskan, tingginya kasus monkey pox disebabkan aktivitas seksual yang tinggi. Wilayah yang paling rentan terutama di Provinsi Nord-Kivu yang berbatasan dengan Rwanda. 

“Itu kan daerah bergejolak, di sana ada PSK dan anak dibawah umur dijadikan PSK. Kebanyakan penularan yang terjadi melalui hubungan seksual,” ujarnya.

Adapun di Uganda, sempat didapati dua kasus monkey pox namun penyebarannya terkendali. Kementerian Kesehatan Uganda menyatakan wilayahnya kini nol kasus monkey pox.

You Might Also Like

Polsek Tanjung Morawa Berpatroli Blue Light Antisipasi Genk Motor dan Gangguan Kamtibmas

378 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek jelang Imlek

Kemenhaj: Dapur Haji di Mekkah Sajikan Cita Rasa Nusantara

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Awan Panas Capai 6 Km

Viral !! Aksi Perampokan Bersenjata Tajam di Toko ACC Belawan Digagalkan Korban

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor August 21, 2024 August 21, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Zirkzee Sukses Jalani Debut Bersama MU
Next Article Indonesia Diperkirakan Jadi Pasar Penerbangan Terbesar di 2037
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Kapolsek Tanjung Morawa Hadiri Punggahan Keluarga Besar Pendawa Deli Serdang
HOME KRIMINAL POLITIK
Polsek Tanjung Morawa Berpatroli Blue Light Antisipasi Genk Motor dan Gangguan Kamtibmas
HOME KRIMINAL NASIONAL
Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu
EKONOMI HOME KRIMINAL
Jelang Ramadhan 1447 H, Rico Waas Punggahan bersama Warga dan Bantu Masjid Ikhwanul Muslimin Medan Amplas
Medan
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?