By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Kasus Dugaan Suap di BTP, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga ASN
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KRIMINAL

Kasus Dugaan Suap di BTP, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga ASN

Editor
Editor Published January 3, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga ASN Balai Teknik Perekertaapian (BTP) Kelas I Semarang. Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di lingkungan BTP Kelas I Bandung.

Hal itu dikonfirmasi oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangnnya Rabu (3/1/2024). “Hari ini bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” katnaya.

Mereka yang dipanggil yaitu Renaldi Prabudiman, Taofiq Hidayat S, dan Albertus Dito Migrasto. Tak hanya itu, penyidik juga memanggil ASN Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sekaligus PPK BTP Kelas I Jakarta, Eko Rahadi Nurtanto.

Ali tak menjelaskan secara rinci untuk apa mereka diperiksa. Namun, mereka didalami seputar pengadaan pengerjaan proyek kereta api di Kemenhub.

KPK pada beberapa waktu lalu telah menahan Direktur PT Putra Kharisma Sejahtera (PKS) Zulfikar Fahmi. Ia merupakan tersangka baru kasus suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub.

Selain Zulfikar, KPK menetapkan Direktur PT Bhakti Karya Utama Asta Danika sebagai tersangka pada klaster kasus baru tersebut. Keduanya disebut pernah menggarap proyek pengadaan di Kemenhub, dan ingin kembali dimenangkan dalam proyek BTP Kelas I Bandung.

Kedua tersangka swasta itu diduga mendekati Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BTP Jawa Bagian Barat Syntho Pirjani Hutabarat. Ia juga merupakan tersangka dan sudah ditahan oleh KPK.

Dalam kasus ini Syntho ditunjuk memegang proyek. Yaitu peningkatan jalur kereta api R 33 menjadi R 54 KM 76+400 sampai dengan 82+000 antara Lampegan-Cianjur 2023-2024.

Paket pekerjaan proyek itu senilai Rp41,1 miliar dan dibiayai dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Harno Trimadi, yang saat itu menjadi Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub diduga mengetahui upaya pengaturan (plotting) pemenang proyek tersebut.

Pada akhirnya proyek tersebut dimenangkan oleh Syntho, kepada Asta dan Zulfikar. Penyidik KPK menduga adanya kesepakatan pemberian uang antara Asta dan Zulfikar selaku swasta serta Syntho sebagai pejabat Kemenhub.

Besaran uang uang yang diduga diberikan oleh kedua pengusaha itu yakni Rp935 juta. Meski demikian infomasi tersebut masih didalami.

You Might Also Like

Warga Tagih Kavling CSR di Sicanang, Berakte Notaris Tapi Lokasinya “Kajol”, FABB dan PT DIS Harus Bertanggung Jawab

Polresta DS Tes Urine Kepada Awak Maskapai Penerbangan Indonesia, Begini Hasilnya !!!

Pengguna Jalan Masih Resahkan Kerusakan Jalan Paloh Gelombang Tj.Selamat Percutseituan

Gawat !!! Lembaran Plat Jalan Jembatan Rantau Panjang Banyak Rusak Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Buron Kasus Penggelapan Rp28 Miliar, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara Akhirnya Ditangkap

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor January 3, 2024 January 3, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Polres Tebing Tinggi Kawal Kedatangan Logistik Pemilu Tahun 2024
Next Article FORMABEM Apresiasi Kinerja PT. Pelindo dan KSOP Utama Belawan Dalam Pelayanan dan Pengamanan Kondusif Arus Nataru
3 Comments
  • Gwinnettt says:
    June 29, 2024 at 1:33 am

    This piece was both insightful and entertaining! For additional info, visit: FIND OUT MORE. What do others think?

    Reply
  • link building says:
    November 10, 2024 at 8:37 am

    Good article. I’m going through many of these issues as well..!

    Reply
  • Jewel says:
    November 11, 2024 at 9:44 pm

    Howdy! Do you know if they make any plugins to help
    with SEO? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords
    but I’m not seeing very good results. If you
    know of any please share. Thanks! I saw similar text here:
    Warm blankets

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Bobby Nasution Tinjau Lapangan Kebun Bunga, Minta Perawatan Dilakukan Profesional
Medan
Tinjau Kesiapan Stadion Teladan untuk AFF U19,Gubernur Bobby Nasution Harap Selesai Bulan Mei
Medan
Pasca Lebaran Saling Bermaafan, BPC Gelar Halal Bi Halal
HOME Medan PENDIDIKAN POLITIK
Bertemu Perwakilan Dana Pensiun Pegawai PT Bank Sumut, Wakil Wali Kota Singgung Pemanfaatan Lahan RTH
EKONOMI
- Advertisement -
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?