By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: KAI Pangkas 10.000 Ton Emisi Karbon dari Bahan Bakar B50
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

KAI Pangkas 10.000 Ton Emisi Karbon dari Bahan Bakar B50

Editor
Editor Published September 25, 2026
Share
SHARE

Jakarta,- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memangkas 10.000 ton emisi karbon selama dua bulan memakai bahan bakar B50. Penggunaan bahan bakar campuran minyak sawit tersebut resmi dimulai sejak hari Rabu, 1 Juli 2026 lalu.

Capaian pemangkasan gas buang tersebut dihasilkan melalui penerapan biosolar pada seluruh armada lokomotif penarik rangkaian kereta. Kajian teknis menunjukkan bahwa perjalanan satu rangkaian kereta api mampu menggantikan emisi ratusan unit kendaraan pribadi.

Vice President (VP) Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba memaparkan efisiensi bahan bakar nabati. Satu perjalanan rangkaian kereta api bahkan setara dengan penghematan emisi gas buang 500 unit sepeda motor.

“Saya rasa yang penting di situ adalah bahwa selama 2 bulan, kita sudah bisa mengurangi 9.000 sampai 10.000 ton tadi, hanya dalam 2 bulan. Jadi dalam satu trainset itu, di dalam itu bisa 1.000 sampai 1.200 seat ya, dengan kilogram karbon per kilometernya itu hanya 45.900. Kalau misalkan mobil, itu dengan satu trainset itu seperti kalau dibandingin itu 160 private car. Karena dalam satu private car itu bisa menghasilkan 115.000 gram CO2,” ujar Anne saat memaparkan efisiensi energi di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Tingkat keluaran karbon armada rel terbukti jauh lebih rendah dibandingkan gabungan emisi ratusan unit mobil pribadi. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun turut menyoroti keunggulan karakteristik bahan bakar nabati B50.

“Dan kalau tadi dilihat dengan gambar B50 itu lebih bening, lebih jernih, itu menunjukkan bagaimana BBM ini terhadap lingkungan, itu satu. Yang kedua, bagaimana kemudian BBM ini tidak menyebabkan polusi. Nah, di satu sisi ini energi terbarukan, bisa ditanam itu kelapa sawitnya,” kata Roberth saat menerangkan kualitas bahan bakar di Wisma Tugu, kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Pemanfaatan minyak nabati sebagai energi terbarukan terus dibudidayakan secara berkelanjutan melalui sektor perkebunan kelapa sawit. Ketersediaan pasokan nabati yang terjamin menjadi fondasi kuat dalam melepaskan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Franoto Wibowo memaparkan operasional sarana. Pengukuran dekarbonisasi sektor perkeretaapian dilakukan melalui penghitungan konsumsi bahan bakar serta fasilitas pendukung sarana lainnya.

“Kita ngitungnya itu per lokomotif sama per kereta api pembangkit,” ucap Franoto saat menjelaskan teknis pencatatan emisi di Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Penyaluran pasokan bahan bakar nabati menuju dipo perawatan kereta api dilakukan secara terjadwal setiap hari. Armada truk tangki Pertamina mendistribusikan minyak biosolar langsung menuju tangki penyimpanan utama kawasan Dipo Cipinang.

Pencantuman informasi jejak karbon pada tiket juga bertujuan mengedukasi seluruh masyarakat agar bersedia meninggalkan kendaraan pribadi. Penumpang dapat mengetahui secara transparan kontribusi perjalanan mereka dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Penurunan puluhan ribu ton karbon membuktikan keunggulan kereta api sebagai transportasi massal rendah emisi nasional. KAI terus mengembangkan ekosistem transportasi ramah lingkungan guna menyongsong target operasional bebas emisi tahun 2060.

You Might Also Like

MAP Active Indonesia Meriahkan Kawasan M BLOC Melalui Foot Locker Day 2026

Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026, Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja

Musim Hujan, Pasaran Harga Telur ” Turun Naik”

Rico Waas Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia

Airin Rico Waas Dorong Inovasi Ulos Tembus Pasar Fesyen Modern

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 25, 2026 September 25, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Manchester United Jual Potongan Rumput Old Trafford
Next Article Cambiaso dan Kolo Muani Pulih Dari Cidera
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Vinicius Dihukum Tak Boleh Bermain di Empat Laga
Medan
Dampak Kabut Asap, Pemko Medan Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SMP pada 16–21 Oktober
Medan
Zulham Efendi Apresiasi Pembangunan SMP di Belawan, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Medan Utara
Medan
Gubsu Bobby Nasution Bakal Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Asap di Sumut
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?