Jakarta,- Harga emas meroket atau meningkat signifikan diperkirakan akan berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini. Pada penutupan perdagangan hari Selasa kemarin, rupiah turun 0,13 persen atau 22 poin ke level Rp16.428 per dolar AS.
“Kekhawatiran pasar terlihat dengan meroketnya harga emas yang sekarang di kisaran 3.031 dolar AS per troy ons. Aset berisiko seperti rupiah terkena imbasnya,” kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Rabu (19/3/2025).
Sentimen negatif masih menguat akibat kebijakan tarif Trump yang memicu isu perang dagang dan pelambatan ekonomi global. Ditambah ekskalasi konflik di Gaza yang dipicu oleh serangan Israel menambah kekhawatiran pasar.
“Pasar juga menantikan hasil pertemuah bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC) dinihari nanti. “Hasil pertemuan mungkin memicu pelaku pasar untuk melakukan konsolidasi posisi di pasar keuangan,” ucap Ariston.
Posisi itu bisa menyebabkan menyebabkan aset berisiko mengalami tekanan. Selain itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI hari ini kemungkinan tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya.
”Langkah menahan suku bunga acuan untuk meredam gejolak rupiah. Sehingga potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.500 dan potensi support di sekitar Rp16.380 per dolar AS,” ujar Ariston.

